Navaswara.com — Memasuki pertengahan bulan September 2026, ISA Art Gallery kembali menghadirkan sebuah pameran seni yang sayang untuk dilewatkan. Bertajuk “The Paper Menagerie #3: On Equal Grounds”, acara ini menghadirkan kertas sebagai benda yang lebih dari sekadar material seni.
Pameran ini berlangsung di ISA Art Gallery at Wisma 46, Jakarta, pada 19 September hingga 27 November 2026. Tak sedikit, The Paper Menagerie #3: On Equal Grounds mempertemukan 63 seniman, kolektif, dan peneliti Indonesia.
Mengambil judul dari karya “The Paper Menagerie” karya Ken Liu, pameran ini mengeksplorasi kertas sebagai medium yang menyimpan memori, identitas, dan sejarah. Berangkat dari prinsip Bhinneka Tunggal Ika, “On Equal Grounds” juga menghadirkan berbagai perspektif yang menarik. Di sana, kertas menjadi sebuah bidang bersama tempat di mana praktik, pengalaman, dan pengetahuan dapat hadir berdampingan.
Sejumlah seniman mengeksplorasi pengalaman, warisan budaya, lanskap, serta perjalanan waktu melalui karakter material kertas. Sebut saja Agung Eko Sutrisno, Ferial Afiff, Meicy Sitorus, dan Enggar Rhomadioni yang memanfaatkan kertas untuk menelusuri pengalaman personal sekaligus persoalan budaya dan sejarah.
Sementara, Soni Irawan, Rega Ayundya Putri, Dian Mayang Sari, dan Dapott Kesuma mengarahkan perhatian pada benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk material yang telah dibuang atau dianggap tidak bernilai. Melalui pendekatan tersebut, material yang kerap luput dari perhatian memperoleh kesempatan untuk dibaca kembali dalam konteks yang berbeda.
