Merawat Tradisi Lewat Sentuhan Modern, Intip Karya Pemenang ‘Corak Cerita Nusantara’

Navaswara.com — Nuansa seni dan budaya terasa hangat di Jakarta melalui pengumuman pemenang Kompetisi Desain Batik 2026 bertajuk “Corak Cerita Nusantara” yang digelar ShopeePay dan SPayLater. Ajang ini menjadi ruang pertemuan bagi para finalis dan praktisi batik untuk bertukar gagasan sekaligus mengeksplorasi kemungkinan baru dalam menghidupkan warisan motif tradisional melalui sentuhan kreativitas generasi masa kini.

Inisiatif yang dimulakan sejak Agustus lalu ini mengajak para talenta kreatif dari pelbagai sudut Indonesia menafsir ulang motif batik lewat kacamata personal. Lebih dari sekadar ajang desain, langkah ini menegaskan komitmen dalam merawat warisan budaya sekaligus merangkul perajin lokal dan UMKM yang menjadi benteng kelestarian tradisi Nusantara.

“Setiap motif batik menyimpan cerita, dan kami ingin melihat bagaimana para peserta menyampaikan cerita tersebut dengan cara mereka sendiri,” tutur Eka Nilam Dari, Presiden Direktur ShopeePay Indonesia. Ia menambahkan bahwa kolaborasi langsung dengan perajin lokal untuk merealisasikan desain terpilih memberi nilai sentimentil tersendiri—menjalit identitas modern dengan akar budaya Tanah Air.

Keindahan narasi tersebut tecermin kuat pada karya para pemenang. Karya bertajuk Batik Kalantara ciptaan Nuraini Farida asal Jawa Timur berhasil meraih juara pertama dan memboyong apresiasi sebesar Rp30 juta. Terinspirasi dari jejak sejarah perdagangan Indonesia, Nuraini merajut simbol kemakmuran yang menjembatani memori pasar tradisional dengan dinamika ekonomi digital masa kini. Bagi Nuraini, desain ini adalah perayaan atas denyut ekonomi warga yang terus bertransformasi tanpa kehilangan pijakan tradisinya.

Kekayaan cerita berlanjut pada karya Kinarya Nuswantara milik Aisa Amaliya asal Malang, Jawa Timur, yang meraih juara kedua dan hadiah Rp7 juta. Aisa memadukan ornamen khas Malang dengan estetika batik kontemporer, melahirkan motif yang memancarkan semangat kolaborasi serta apresiasi tinggi bagi keterampilan perajin daerah.

Sementara itu, gelar juara ketiga dan hadiah Rp5 juta diraih oleh Anggitara Wibowo dari Tangerang, Banten, lewat karya Nadi Nusantara. Menggunakan garis-garis mengalir dan elemen vegetatif, Anggitara menerjemahkan keterhubungan antarbudaya sebagai lambang ikatan rasa dan semangat kemajuan di seluruh Nusantara.

Perjalanan karya ini pun tidak berhenti di atas kertas. ShopeePay dan SPayLater menggandeng UMKM serta perajin batik daerah untuk memproduksi desain utama Batik Kalantara menjadi bagian dari busana resmi internal perusahaan. Langkah ini menjadi wujud nyata dalam memberi panggung bagi keahlian perajin lokal, membuka kesempatan untuk memperluas jangkauan karyanya, sekaligus menjaga keterampilan membatik tetap lestari dan dikenal oleh generasi berikutnya.