Navaswara.com – Diah Nurhadini resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Perempuan Provinsi Bengkulu (P3B) periode 2026–2031. Ia berkomitmen memperkuat pemberdayaan perempuan melalui program pendidikan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perlindungan perempuan dan anak.
Pelantikan pengurus pusat P3B digelar pada Minggu (11/10/2026) di Jakarta Timur. Kepemimpinan Diah diharapkan membawa semangat baru bagi organisasi dalam memperluas kontribusi perempuan Bengkulu terhadap pembangunan daerah.
Diah mengatakan, P3B tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul bagi perempuan Bengkulu dari berbagai latar belakang. Menurutnya, organisasi harus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui P3B ini jangan hanya berorganisasi, jangan hanya berkumpul. Ini bukan arisan, kita harus memberikan manfaat,” ujar Diah saat ditemui awak media seusai pelantikan.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang ingin diatasi adalah masih adanya sekat di antara perempuan Bengkulu berdasarkan wilayah asal maupun organisasi. Karena itu, Diah ingin menjadikan P3B sebagai wadah untuk menyatukan potensi, pengalaman, dan kemampuan perempuan demi mencapai kemajuan bersama.
“Bagi saya, P3B bukan hanya sebuah organisasi, tapi juga rumah bersama supaya tempat kita menyatukan hati, pikiran, dan berbagai pengalaman serta kekuatan untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan bagi Provinsi Bengkulu,” ungkap Diah.

Fokus Pendidikan, UMKM, dan Perlindungan Perempuan
Selama masa kepemimpinannya, Diah menyiapkan sejumlah program pemberdayaan yang menyasar bidang pendidikan, ekonomi, serta perlindungan perempuan dan anak.
Program tersebut akan diwujudkan melalui pelatihan dan edukasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. P3B juga berencana mendorong pengembangan UMKM yang dikelola perempuan agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi.
Diah berharap, pelatihan dan edukasi dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan perempuan dan anak, termasuk upaya mencegah kekerasan serta kasus inses.
Di bidang ekonomi, P3B ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan usaha. Dengan dukungan pelatihan dan pendampingan, pelaku UMKM perempuan diharapkan dapat memperluas usahanya dan menjadi lebih mandiri.
Diah menyebut, sejumlah pihak telah menawarkan kerja sama kepada P3B setelah pelantikan. Ia berharap peluang tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi program yang berkelanjutan dan memberikan dampak bagi masyarakat Bengkulu.
Ia menargetkan lima tahun kepemimpinannya tidak hanya diisi dengan kegiatan organisasi, tetapi juga menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh perempuan dan masyarakat di daerah asal mereka.

Dorong Perempuan Bengkulu Berani Memimpin
Selain pemberdayaan sosial dan ekonomi, Diah ingin meningkatkan keterlibatan perempuan dalam pemerintahan dan kepemimpinan daerah.
Menurutnya, perempuan memiliki kapasitas untuk menduduki posisi strategis dan berkontribusi dalam menentukan arah pembangunan. Karena itu, perempuan Bengkulu perlu lebih berani mengambil peran di ruang publik.
“Kalau di tempat lain bupatinya perempuan, wali kotanya perempuan, kenapa di Bengkulu belum?” ujar Diah.
Ia mengajak anggota P3B untuk saling mendukung dan memperkuat kapasitas masing-masing agar semakin banyak perempuan yang siap berkontribusi dalam berbagai bidang.
Diah juga menegaskan bahwa perbedaan latar belakang dan daerah asal tidak seharusnya menjadi penghalang bagi perempuan Bengkulu untuk bekerja sama.
“P3B harus menjadi organisasi yang aktif, solid, produktif, dan berdampak. Keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat,” Diah menambahkan..
P3B Diharapkan Berkontribusi bagi Kemajuan Bengkulu
Dewan Pembina P3B, Leny John Latief, dalam sambutannya turut mendorong peningkatan keterlibatan perempuan dalam pembangunan Provinsi Bengkulu.
Ia menyoroti perlunya memperluas keterwakilan perempuan, terutama dalam kepemimpinan eksekutif di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi.
Leny berharap, keberadaan P3B dapat menjadi wadah bagi perempuan Bengkulu untuk mengembangkan kemampuan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan keterampilan.
Ia juga mengajak perempuan Bengkulu yang tinggal di luar daerah untuk tetap berkontribusi bagi kampung halaman.
Menurut Leny, kolaborasi perempuan dari berbagai latar belakang dapat membantu mendorong kemajuan daerah, termasuk dalam menghadapi persoalan kemiskinan.
Sementara, Ketua Dewan Pembina P3B, Maya Miranda Ambarsari, mengajak anggota organisasi untuk bangga terhadap identitas mereka sebagai perempuan Bengkulu dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Maya menilai, persatuan dan kesediaan untuk saling membantu menjadi modal penting bagi organisasi dalam menjalankan program-programnya.
Ia juga mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru P3B dan berharap organisasi tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi bagi perempuan Bengkulu.
“Melalui kepengurusan periode 2026–2031, P3B diharapkan mampu menyatukan potensi perempuan, memperluas kesempatan pemberdayaan, dan memperkuat kontribusi mereka bagi pembangunan Provinsi Bengkulu,” pungkasnya.

