Navaswara.com — Ikan dan hasil laut telah menjadi bagian penting dari menu harian banyak keluarga. Di balik setiap hidangan yang tersaji, ada tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian laut agar sumber pangan ini tetap tersedia di masa depan.
Semangat itu diangkat IKEA Indonesia bersama organisasi sertifikasi perikanan berkelanjutan, Marine Stewardship Council (MSC), melalui Molecular Gastronomy Experience yang digelar di Alam Sutera dalam rangka memperingati World Ocean Day. Menghadirkan Chef Andrian Ishak, acara ini mengajak masyarakat mengenal hidangan laut dari sumber yang berkelanjutan sekaligus memahami pentingnya memilih produk hasil perikanan yang dikelola secara bertanggung jawab.
Laut saat ini menyediakan sumber protein penting bagi lebih dari tiga miliar penduduk dunia. Namun, tekanan terhadap ekosistem laut terus meningkat akibat eksploitasi yang berlebihan. Karena itu, praktik perikanan berkelanjutan menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut sekaligus memastikan ketersediaan sumber pangan bagi generasi mendatang.
“Penting bagi kami memastikan bahan yang digunakan tidak hanya memenuhi standar kualitas, tetapi juga berasal dari sumber yang dikelola secara bertanggung jawab,” ujar Food Commercial Manager IKEA Indonesia, Ariane Vinsontia. Ia menambahkan kolaborasi ini mengajak pelanggan mengenal perjalanan panjang di balik makanan yang dikonsumsi.
Sebagai wujud kepedulian lingkungan, IKEA kini memakai salmon bersertifikasi MSC untuk berbagai hidangan restoran dan produk bekunya. Sertifikasi berlabel biru memastikan pasokan boga bahari berasal dari perikanan yang menjaga populasi ikan serta menjamin sistem keterlacakan yang jelas di seluruh rantai pasok.

Program Director MSC Indonesia, Hirmen Syofyanto, mengingatkan bahwa lebih dari sepertiga stok ikan dunia kini dieksploitasi berlebihan. “Kolaborasi dengan IKEA menunjukkan bagaimana pelaku industri dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap pilihan seafood yang lebih berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam sesi kuliner tersebut, Chef Andrian Ishak menyajikan rangkaian hidangan memakai salmon bersertifikasi khusus. Lewat eksplorasi rasa dan teknik memasak modern, peserta diajak melihat hubungan erat antara kualitas masakan dengan kelestarian alam bawah laut secara langsung.
“Jika sumber daya laut tidak dijaga dengan baik, kita berisiko kehilangan banyak jenis seafood,” papar Chef Andrian Ishak. Menurutnya, inovasi kuliner bukan sekadar urusan teknik presentasi, melainkan upaya membangun apresiasi mendalam terhadap proses panjang di balik bahan makanan.
Keberlanjutan alam membutuhkan sinergi kuat pelaku industri dan konsumen. “Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu membuka lebih banyak percakapan mengenai pentingnya menjaga sumber daya alam,” tutup Sustainability Business Partner IKEA Indonesia, Ahmad Alhamid, menyoroti ikatan erat antara makanan dan masa depan bumi.
