Navaswara.com — Hamparan sawah di Kulon Progo tampak lebih hidup pada Senin pagi. Di tengah terik matahari dan lumpur persawahan, personel TNI Angkatan Laut bersama warga turun langsung menanam benih kedelai. Tidak sekadar kegiatan seremonial, momentum tersebut menjadi gambaran kuat tentang semangat gotong royong dan kolaborasi menjaga ketahanan pangan nasional dari desa-desa Nusantara.
Personel Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta melaksanakan kegiatan penanaman kedelai di area persawahan Dusun Sungapan, Desa Tirto Rahayu, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kapten Laut (K/W) Erfina sebagai bentuk dukungan nyata TNI AL terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus mempererat sinergitas dengan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Tirto Rahayu Agus Sujarwo bersama warga setempat yang menyambut positif keterlibatan personel Lanal Yogyakarta dalam mendukung sektor pertanian di wilayah mereka.
Suasana kebersamaan tampak terasa ketika personel TNI AL dan warga bekerja bersama di area persawahan. Kehadiran aparat negara di tengah aktivitas pertanian dinilai memberikan semangat baru bagi masyarakat dalam menjaga produktivitas pangan lokal.
Kegiatan penanaman kedelai tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis daerah di tengah tantangan global yang memengaruhi sektor pangan dan pertanian.
Selain mendukung ketersediaan bahan pangan, penguatan sektor pertanian lokal dinilai memiliki dampak penting terhadap kesejahteraan masyarakat desa dan keberlanjutan ekonomi kerakyatan.
Melalui kegiatan itu, Lanal Yogyakarta berharap semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat terus tumbuh dalam menjaga ketersediaan pangan nasional sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.
Sinergi antara TNI AL dan warga juga diharapkan mampu mendorong kesadaran bersama bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi gerakan kolektif seluruh elemen bangsa.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global, langkah sederhana seperti menanam kedelai di lahan pertanian desa menjadi simbol penting tentang kemandirian pangan dan kekuatan solidaritas masyarakat Indonesia.
