Navaswara.com – Riuh musik, gemerlap lampu pameran, serta antusiasme ribuan pengunjung mewarnai pembukaan Jakarta Fair Kemayoran 2026. Di tengah semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta, ajang tahunan yang telah menjadi tradisi masyarakat ibu kota itu kembali membuka ruang pertemuan bagi pelaku usaha, UMKM, industri kreatif, hingga masyarakat yang berburu produk unggulan dengan berbagai penawaran menarik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 di Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Pramono menargetkan nilai transaksi selama penyelenggaraan Jakarta Fair tahun ini dapat menembus Rp8 triliun.
Menurut Pramono, Jakarta Fair merupakan salah satu ikon perayaan ulang tahun Kota Jakarta yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha dari berbagai sektor.
“Jakarta Fair Kemayoran merupakan salah satu ikon perayaan ulang tahun Kota Jakarta. Tahun depan Jakarta akan menyambut usia 500 tahun, sebuah momentum yang sangat spesial dan harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Pramono dalam sambutannya.
Ia berharap penyelenggaraan Jakarta Fair terus berkembang dan mencatatkan capaian yang lebih besar setiap tahun, baik dari sisi jumlah pengunjung maupun nilai transaksi ekonomi yang dihasilkan.
“Saya berharap tahun depan lebih meriah, pengunjungnya lebih banyak, dan transaksi UMKM bisa melampaui Rp9 triliun. Kalau tahun ini bisa mencapai Rp8 triliun, maka itu menjadi pencapaian yang sangat baik,” katanya.
Pramono menjelaskan, pada penyelenggaraan tahun sebelumnya Jakarta Fair berhasil menarik sekitar 5,9 juta pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp7,3 triliun. Karena itu, ia optimistis target enam juta pengunjung dan transaksi di atas Rp8 triliun dapat tercapai tahun ini.
“Tahun lalu pengunjungnya mencapai 5,9 juta orang dengan transaksi Rp7,3 triliun. Mudah-mudahan tahun ini jumlah pengunjung bisa menembus enam juta orang dan nilai transaksi melampaui Rp8 triliun,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta International Expo sekaligus Ketua Umum Panitia Jakarta Fair Kemayoran 2026, Siti Hartati Murdaya, mengatakan pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara tersebut berlangsung mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026.
Menurut Hartati, sebanyak 2.800 perusahaan ambil bagian dalam Jakarta Fair tahun ini dengan menghadirkan sekitar 1.800 stan pameran yang terdiri dari pelaku UMKM, perusahaan nasional, hingga perusahaan internasional.
“Tahun ini terdapat 2.800 perusahaan yang berpartisipasi dengan 1.800 stan pameran. Peserta terdiri dari pelaku UMKM, perusahaan nasional, hingga perusahaan internasional,” jelasnya.
Selain menghadirkan berbagai produk unggulan, Jakarta Fair Kemayoran 2026 juga menyuguhkan beragam hiburan bagi masyarakat, mulai dari konser musik yang menampilkan sekitar 150 band nasional, parade karnaval, kontes Miss Jakarta Fair, wahana permainan anak, festival kuliner nusantara, hingga pesta kembang api.
Mengusung tema “Jakarta Fair Sebagai Wadah Pameran Multiproduk, Hiburan, dan Pertemuan Bisnis untuk Mendorong Perdagangan serta Investasi dari UMKM hingga Industri Nasional dan Internasional”, ajang ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha, investor, industri kreatif, dan masyarakat.
Dari sisi ekonomi, Jakarta Fair tidak hanya menjadi pusat hiburan rakyat, tetapi juga motor penggerak perdagangan dan pemberdayaan UMKM. Momentum ini sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional yang terus bergerak menuju usia emas 500 tahun pada 2027.
Masyarakat dapat mengunjungi Jakarta Fair Kemayoran 2026 hingga 12 Juli mendatang untuk menikmati berbagai program promosi, hiburan, serta produk unggulan karya anak bangsa yang ditampilkan dalam salah satu pameran terbesar di Indonesia tersebut.
Ikuti terus perkembangan ekonomi, UMKM, investasi, dan berbagai agenda strategis Jakarta hanya di Navaswara.com, media yang menghadirkan informasi inspiratif untuk Indonesia yang terus bertumbuh.
