Navaswara.com — Manisnya gula aren yang meleleh perlahan di dasar gelas, paduan gurih santan, serta wangi pandan yang langsung tercium saat mangkuk diangkat, cendol dan kolak bukan cuma hidangan penutup yang biasa kita temui di pinggir jalan. Rupanya, racikan bahan lokal yang tampaknya sederhana ini menyimpan karakter rasa yang utuh. Wajar saja jika dua sajian klasik ini akhirnya sampai ke radar TasteAtlas dan bertengger di jajaran kuliner manis terbaik kawasan Asia Tenggara.
Salah satu pengakuan datang dari TasteAtlas, ensiklopedia kuliner yang menghimpun ulasan dan penilaian pengguna dari berbagai negara. Dalam daftar Best Sweet Soups in Southeast Asia, cendol menempati posisi pertama tahun 2026. Sementara kolak masuk dalam daftar Best Desserts in Indonesia tahun 2023, memperlihatkan posisinya sebagai salah satu hidangan manis tradisional yang dikenal luas.
Meski sering disajikan sebagai pelepas dahaga maupun hidangan berbuka puasa, kedua kudapan ini memiliki karakter gastronomi yang menarik. Kekuatannya terletak pada perpaduan bahan, aroma, rasa, dan tekstur yang saling melengkapi.
Perpaduan Manis dan Gurih yang Khas
Salah satu ciri yang membuat es cendol dan kolak berbeda dari banyak dessert bergaya Barat adalah penggunaan santan dan gula merah sebagai fondasi rasa. Santan memberikan sensasi gurih dengan tekstur lembut dan sedikit creamy, sedangkan gula aren atau gula kelapa menghadirkan rasa manis dengan nuansa karamel yang khas.
Kombinasi tersebut menghasilkan keseimbangan rasa manis dan gurih. Kehadiran santan juga memberikan karakter yang lebih kaya pada hidangan, sehingga rasa manis dari gula merah tidak terasa berdiri sendiri.
Pada es cendol, perpaduan ini terasa semakin menyegarkan berkat tambahan es serut atau es batu. Sementara kolak menawarkan sensasi hangat dengan kuah santan dan gula merah yang meresap ke dalam potongan pisang, ubi, maupun labu.
Aroma Pandan yang Memperkaya Pengalaman Rasa
Pandan menjadi salah satu elemen penting dalam kekayaan aroma dessert tradisional Indonesia. Daun yang banyak digunakan dalam kuliner Asia Tenggara ini menghasilkan aroma khas dengan nuansa herbal, sedikit manis, dan menyerupai kacang.
Pada cendol, pandan memberikan aroma segar pada adonan berwarna hijau. Aromanya berpadu dengan santan dan gula merah, menghasilkan karakter yang mudah dikenali. Penggunaan pandan juga kerap ditemukan dalam kolak, terutama untuk memperkaya aroma kuahnya.
Kontras Tekstur dalam Setiap Suapan
Daya tarik kedua hidangan ini juga hadir melalui variasi tekstur. Cendol memiliki tekstur kenyal dan licin yang berpadu dengan santan cair serta es yang memberikan sensasi dingin. Beberapa variasi bahkan menambahkan nangka atau kacang merah untuk menghadirkan pengalaman makan yang lebih beragam.
Kolak menawarkan karakter berbeda melalui kelembutan pisang, ubi, atau singkong yang dimasak hingga empuk. Perbedaan tekstur setiap bahan membuat satu mangkuk kolak terasa kaya tanpa memerlukan banyak elemen tambahan.
Kehadiran cendol dalam pemeringkatan kuliner Asia Tenggara dan kolak dalam daftar dessert Indonesia memperlihatkan kekayaan tradisi manis Nusantara. Keduanya memiliki identitas rasa yang kuat, sekaligus memperkenalkan cara masyarakat Indonesia mengolah bahan lokal menjadi hidangan penutup yang lekat dengan budaya dan keseharian.

