Telusuri Inspirasi, 18 Chef Eksplorasi Kuliner Jawa untuk Future Menu 2026

Navaswara.com — Rutinitas di dapur profesional kerap membuat chef memiliki waktu terbatas untuk mencari inspirasi baru. Hal tersebut dirasakan Chef Freddie Salim dari SILK Bistro ketika mengikuti Culinary Trip “Future Menu 2026” yang menyusuri 12 titik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perjalanan selama lima hari itu memberinya perspektif baru tentang kekayaan rasa Nusantara sekaligus mengingatkan kembali pada cita rasa masakan rumahan.

“Begitu kita bisa menghubungkan makanan dengan memori dan aroma dari masa lalu, pengalaman makan itu tidak lagi hanya soal rasa enak. Ada kenangan yang ikut muncul dan membuat makanan tersebut menjadi unforgettable experience,” ujar Chef Freddie.

Salah satu pengalaman yang membekas bagi Chef Freddie terjadi ketika mencicipi tahu telur di sebuah warung pinggir jalan. Selain rasa makanannya, dia memperhatikan cara pedagang menyiapkan pesanan satu per satu dengan teliti, meski harus melayani antrean panjang. Konsistensi tersebut membuatnya melihat street food dari sudut pandang berbeda.

“Jujur, waktu mencoba tahu telur lesehan itu saya langsung kaget karena rasanya luar biasa enak. Mereka tidak cut corners atau potong jalur. Bumbunya digerus satu per satu untuk melayani puluhan pesanan. Buat saya sebagai kitchen leader, ini menjadi pengingat bahwa kalau pedagang street food saja punya standar setinggi itu, restoran juga harus punya standar yang sama,” katanya.

Sepulang dari perjalanan, Chef Freddie membawa berbagai catatan, foto, rekaman suara, dan hasil diskusi bersama tim dapur untuk mengembangkan Future Menu Collaboration bertema “Homage to Home”. Beberapa hidangan yang diolah kembali antara lain Tahu Telur, Sate Srepeh, Beef Garang Asem, dan Ayam Bakar Kelopo.

“Yang paling penting adalah mempertahankan elemen wajib dari hidangan autentik tersebut. Indonesia punya kekayaan kuliner yang luar biasa, dan tugas kita adalah terus menerjemahkannya agar relevan bagi generasi berikutnya tanpa kehilangan akar rasanya,” pungkas Chef Freddie.

Bagi Ade Putri, Culinary Storyteller sekaligus host Culinary Trip “Future Menu 2026”, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa inspirasi kuliner tidak selalu perlu dicari jauh. Masakan rumahan, bahan yang tumbuh di sekitar masyarakat, serta teknik memasak yang diwariskan lintas generasi justru membuka banyak kemungkinan bagi para chef untuk berkreasi.

“Ketika kita melihat langsung dari sumbernya, satu hidangan ternyata bisa menyimpan banyak lapisan cerita. Perjalanan ini memberikan ruang eksplorasi bagi para chef untuk melihat kekayaan kuliner lokal sebagai titik awal untuk berkreasi,” kata Ade.

Pengalaman dari Culinary Trip kemudian diterjemahkan para chef ke dalam Future Menu Collaboration di restoran masing-masing. Chef Jovan dari Mata Karanjang, Chef Rafael dari BEER HALL, Chef Freddie Salim dari SILK Bistro, Chef Uki dari Dailah Sajian Kontemporer, dan Chef Rosdiana dari Umatis membawa inspirasi yang mereka temukan selama perjalanan ke dalam kreasi menu dengan karakter masing-masing melalui Future Menu Collaboration di sejumlah restoran mitra UFS hingga November 2026.

Dari kolaborasi tersebut hadir sejumlah hidangan, antara lain Ikan Dasun Tuturuga dari Mata Karanjang, Pipi Sapi Sambal Tongkol dari BEER HALL, Homage to Home dari SILK Bistro, Sate Kerbau Lilit dan Es Dawet Bango dari Dailah Sajian Kontemporer, serta Sate Gurita Serapah dari Umatis.

Raditya Beer, Country Lead Marketing UFS Indonesia, mengatakan perjalanan tersebut merupakan bagian dari upaya UFS untuk membantu para chef dan pelaku bisnis kuliner membaca perubahan selera konsumen sekaligus menemukan inspirasi dari kekayaan makanan Indonesia.

Radit menyebut Future Menu 2026 disusun untuk membantu chef dan pelaku bisnis kuliner membaca perubahan preferensi konsumen. Riset tersebut menggabungkan laporan industri, tren media sosial, masukan chef UFS, serta tanggapan dari chef profesional dan konsumen Gen Z di berbagai negara.

“Untuk Indonesia, kami melihat Culinary Roots dan Street Food Couture sebagai dua tren yang dekat dengan cara konsumen menikmati makanan saat ini. Kekayaan kuliner lokal tidak harus berhenti sebagai warisan, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan pengalaman makan yang lebih relevan bagi konsumen masa kini. Melalui Future Menu 2026, kami ingin mendorong lebih banyak pelaku industri untuk berani mengeksplorasi kekayaan kuliner Indonesia dan menerjemahkannya secara relevan bagi konsumen masa kini. Semakin kita memahami akar kuliner Indonesia, semakin luas ruang untuk berinovasi,” ujarnya.

Selain menghadirkan menu kolaborasi, UFS merangkum berbagai cerita dan inspirasi dari Culinary Trip melalui e-Magazine “Inspirasi Rasa Nusantara”. Materi tersebut dapat menjadi referensi bagi pelaku industri kuliner yang ingin mengenal lebih jauh bahan, resep, dan teknik memasak dari berbagai daerah di Indonesia.