Navaswara.com — Kebutuhan darah di rumah sakit bisa muncul sewaktu-waktu dan sering kali membutuhkan respons cepat dari calon pendonor di wilayah terdekat. Agar informasi kebutuhan donor lebih mudah menjangkau orang yang tepat, Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan inovasi digital bernama BloodCast.
Inisiatif ini memanfaatkan WhatsApp sebagai saluran penyampaian informasi kebutuhan donor darah berbasis lokasi. Melalui sistem tersebut, calon pendonor yang telah terdaftar dapat menerima informasi sesuai wilayah yang relevan, sehingga peluang mempertemukan kebutuhan darah dengan orang yang bersedia mendonor bisa lebih terarah.
Sebelum informasi dikirimkan, setiap permintaan donor yang diterima PMI dari rumah sakit akan melalui proses verifikasi. Setelah dinyatakan sesuai, informasi tersebut dapat diteruskan kepada calon pendonor di area terkait yang sebelumnya telah menyetujui untuk menerima pesan.
Calon pendonor kemudian dapat memberikan respons secara sukarela. Seluruh proses selanjutnya tetap dikoordinasikan oleh PMI, mulai dari verifikasi kebutuhan hingga pengaturan proses donor darah. Dengan mekanisme ini, penyampaian informasi tetap berada dalam pengawasan organisasi kemanusiaan tersebut.
Aspek perlindungan data pribadi turut menjadi perhatian dalam pengembangan BloodCast. PMI memastikan informasi pribadi pasien tidak dibagikan kepada calon pendonor. Dengan demikian, kebutuhan transfusi dapat diinformasikan tanpa mengungkap identitas maupun data sensitif pasien.
Sebagai tahap awal, BloodCast akan diuji coba di Kota Bekasi dan Kota Depok. Kedua wilayah tersebut menjadi lokasi pengujian untuk melihat efektivitas penggunaan WhatsApp berbasis lokasi dalam membantu PMI menjangkau calon pendonor secara lebih terarah.
Inisiatif ini menjadi salah satu upaya pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pelayanan kemanusiaan. Sebab, dalam pelayanan darah, ketersediaan informasi yang tepat dan keterhubungan dengan calon pendonor memiliki peran penting dalam membantu memenuhi kebutuhan transfusi.
Palang Merah Indonesia sendiri merupakan organisasi kemanusiaan yang menjalankan berbagai kegiatan kepalangmerahan, termasuk pelayanan darah bagi masyarakat. Melalui BloodCast, PMI berupaya memperluas jangkauan informasi sekaligus mempermudah masyarakat yang bersedia berpartisipasi dalam aksi donor darah.

