Navaswara.com — Di era transformasi digital, kebutuhan akan talenta yang mampu berpikir kritis dan memahami persoalan nyata semakin besar. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Monash University, Indonesia bersama Sinar Mas Land menggelar NextGen Digital Impact Competition. Kompetisi tingkat nasional ini menantang generasi muda mengkaji berbagai isu di bidang bisnis digital dan teknologi informasi melalui riset yang komprehensif.
Peserta ditantang mengkaji persoalan krusial yang dihadapi masyarakat maupun dunia usaha. Prosesnya bermula dari identifikasi akar masalah hingga perumusan solusi tajam. Rangkaian ini dirancang khusus agar kemampuan analitis peserta semakin terasah saat merespons dinamika dunia digital yang terus bergulir tanpa henti.
Dr. Yessy Arnold Perangin Angin membagikan pandangannya. “NextGen Digital Impact Competition merupakan upaya Monash mendorong generasi muda melihat teknologi bukan sekadar alat, melainkan sarana menjawab tantangan masyarakat,” ungkap Vice President of Education Monash University, Indonesia tersebut dengan penuh optimisme.
Ia juga menambahkan pentingnya pendekatan analitis bagi mahasiswa saat ini. “Melalui pendekatan berbasis riset dan analisis, kami ingin membekali peserta dengan kemampuan berpikir kritis yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional maupun perkembangan industri di masa depan,” tegasnya.
Kualitas riset peserta sungguh patut diapresiasi tinggi. Clara Sutanto keluar sebagai pemenang kategori bisnis digital. Sementara itu, Darlene Jovela Rachmat menjuarai kategori teknologi informasi. Keduanya sukses mengangkat isu sosial dan teknologi dengan tawaran solusi inovatif berbasis data yang kuat.
Dukungan industri menjadi elemen esensial. “Di Sinar Mas Land, kami meyakini bahwa investasi pada talenta muda merupakan salah satu bentuk kontribusi paling bermakna bagi masa depan Indonesia,” ujar Irawan Harahap selaku CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land.
Irawan menegaskan komitmen perusahaan dalam mencetak talenta unggul. “Kami berupaya memperluas akses pendidikan bertaraf dunia serta memberdayakan generasi penerus dengan pengetahuan, keterampilan, dan pola pikir global di tengah lanskap internasional yang kompetitif,” tuturnya mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Fasilitas mumpuni turut menjadi sorotan. “BSD City terus memperkuat posisinya sebagai pusat pendidikan, inovasi, dan teknologi terdepan dengan menghadirkan institusi bertaraf internasional,” tambahnya. Ia berharap kolaborasi ini melahirkan pemimpin yang berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi bangsa.
Kebutuhan akan talenta digital berwawasan luas kini terasa semakin mendesak. Sinergi apik antara institusi pendidikan dan industri membuktikan kesiapan generasi muda menghadapi lanskap teknologi. Mereka kini lebih adaptif dan siap menghasilkan pemikiran berdampak positif bagi kemajuan ekosistem digital Tanah Air.
