Navaswara.com — Perusahaan keamanan siber global Kaspersky resmi mengumumkan perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada hari ini. Langkah strategis tersebut menandai babak baru dalam kolaborasi jangka panjang kedua pihak guna mematangkan ketahanan dan keamanan ekosistem digital di seluruh Indonesia.
Kemitraan harmonis antara Kaspersky dan BSSN sejatinya telah terjalin kokoh sejak tahun 2021. Selama kurun waktu tersebut, kedua institusi aktif melakukan pertukaran informasi dan keahlian esensial. Perwakilan BSSN tercatat rutin berpartisipasi dalam berbagai agenda internasional bergengsi milik Kaspersky, mulai dari kunjungan ke Pusat Transparansi Kaspersky di Swiss hingga kehadiran dalam KTT Analis Keamanan tahunan di Thailand dan Indonesia. Tidak ketinggalan, BSSN juga terlibat penuh dalam Program Peningkatan Kapasitas Siber (CCBP) dan serangkaian pertukaran teknis di kantor pusat Kaspersky, Rusia.
Melalui pembaruan kesepakatan ini, Kaspersky dan BSSN sepakat untuk memperdalam fokus kolaborasi pada empat area fundamental. Langkah pertama berpusat pada kolaborasi kebijakan, di mana kedua belah pihak akan secara intens berdiskusi untuk merumuskan kerangka regulasi keamanan siber yang kokoh guna melindungi berbagai sektor vital nasional. Upaya strategis ini turut diperkuat dengan perluasan kerja sama internasional yang akan memfasilitasi pertukaran wawasan global serta praktik terbaik, sehingga kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi evolusi ancaman maya dapat semakin matang.
Selain aspek kebijakan dan global, kemitraan ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi teknis melalui optimalisasi langkah berbagi keahlian serta temuan riset terbaru. Sinergi tersebut dirancang khusus untuk mempertajam kemampuan deteksi dan respons ancaman siber secara lebih komprehensif. Sebagai pilar keempat penopang kerja sama, Kaspersky dan BSSN siap menggulirkan serangkaian inisiatif bersama yang mencakup program edukasi, pelatihan profesional, hingga peningkatan kapasitas untuk memberdayakan seluruh pemangku kepentingan di lini publik maupun swasta.
Director of Government Affairs and Public Policy untuk Asia Pasifik dan Jepang di Kaspersky, Heng Lee, menyatakan kebanggaannya dapat meresmikan kerja sama lanjutan ini bertepatan dengan momen bersejarah peringatan HUT ke-80 BSSN.
“BSSN telah berada di garis depan kepemimpinan pemikiran keamanan siber dengan memberikan panduan tentang isu-isu strategis seperti kriptografi pasca-kuantum kepada industri. Dengan memanfaatkan keahlian global kami, kami berharap dapat berkontribusi secara berarti untuk lingkungan digital yang lebih aman dan tangguh di Indonesia,” ungkap Heng Lee.
Apresiasi senada turut disuarakan oleh Deputi Kebijakan Strategi Keamanan Siber dan Kriptografi BSSN, Marsekal Madya (TNI) R. Tjahjo Khurniawan, S.T., M.Si. Ia menilai tantangan ruang siber yang kian kompleks menuntut sinergi kuat lintas sektor.
“Kaspersky telah menunjukkan komitmen yang mendalam terhadap pasar Indonesia dan kami menghargai kemitraan BSSN dengan Kaspersky. Kami berharap dapat bergabung untuk meningkatkan kesadaran dan membangun generasi baru ahli yang dapat menanggapi tantangan ini,” papar Tjahjo.
Seiring dengan akselerasi transformasi digital yang masif di Tanah Air, penguatan fondasi siber menjadi sebuah urgensi yang tidak terelakkan. Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, Adrian Hia, memaparkan bahwa investasi dalam pengembangan keterampilan dan kerangka pengetahuan merupakan pilar utama untuk menopang ketahanan digital negara dalam jangka panjang.
Sebagai informasi tambahan mengenai krusialnya proteksi digital saat ini, solusi keamanan dari perusahaan yang telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun ini membuktikan efektivitasnya di lapangan. Sepanjang tahun 2025, sistem perlindungan Kaspersky tercatat sukses menggagalkan lebih dari 14,9 juta serangan berbasis internet yang menyasar pengguna di Indonesia. Sebuah angka yang menegaskan betapa pentingnya kolaborasi berkelanjutan demi ruang siber yang nyaman dan aman.
