Ada Tukar Poin Dapat Skincare Full Size Gratis di BFF Festival 2026, Catat Tanggalnya!

Navaswara.com – Industri kecantikan dan fesyen lokal di Indonesia saat ini berada dalam pusaran persaingan yang tidak mudah. Gempuran produk fesyen cepat, lonjakan harga bahan baku, hingga dominasi pasar digital yang memicu perang harga membuat para pelaku usaha harus memutar otak demi mempertahankan bisnis. Di sisi lain, ekosistem industri kreatif yang kerap berjalan sendiri-sendiri membuat potensi kolaborasi jenama lokal belum terekspos secara maksimal kepada konsumen. Menyikapi situasi tersebut, The BFF Festival kembali hadir pada tahun 2026 untuk menawarkan ruang kolaborasi lintas industri yang menjembatani jenama dengan konsumen secara tatap muka.

Festival yang digagas oleh Hanifa Ambadar dan Novita Imelda ini lahir dari kesadaran akan pentingnya platform luring yang sanggup mempertemukan berbagai jenama berkualitas dengan audiens yang lebih apresiatif.

Co-founder BFF Festival, Hanifa Ambadar, menuturkan bahwa acara ini hadir sebagai ruang optimisme di tengah situasi ekonomi yang menantang. Ia menjelaskan bahwa saat banyak jenama sedang menghadapi masa sulit, BFF Festival ingin menjadi wadah yang menghubungkan kembali jenama, komunitas, media, dan konsumen untuk saling menguatkan.

Interaksi secara luring diyakini dapat mendorong proses konsumsi yang lebih matang dan sadar. Hanifa menegaskan, “BFF Festival memberikan eksposur masif bagi brand indie yang belum memiliki toko fisik. Kehadiran acara ini juga mendorong mindful shopping, di mana konsumen dapat mencoba produk secara langsung untuk memastikan pilihan yang tepat, sehingga meminimalisir kesalahan yang sering terjadi saat belanja daring.”

Tahun ini, penyelenggara juga membawa inovasi untuk menarik animo audiens. Hanifa menambahkan bahwa salah satu pembeda utama tahun ini adalah kehadiran program Point Redemption. Melalui program tersebut, pengunjung berkesempatan mendapatkan poin serta produk kecantikan ukuran penuh secara gratis dari akumulasi pembelanjaan nominal tertentu.

Merespons Keresahan Pelaku Industri

Antusiasme terhadap ekosistem komunal ini sangat terasa di kalangan pelaku industri. Khanaan Shamlan selaku pendiri label fesyen modest premium Khanaan memandang festival ini sebagai jawaban atas tantangan pameran luring yang selama ini kerap salah sasaran. Ia mengungkapkan, “Karena banyak banget event di Indonesia itu yang ternyata tidak cocok sama brand Khanaan sendiri. Jadi ternyata nggak semua event itu akhirnya mendatangkan sales.”

Karakteristik produk Khanaan yang sangat mengandalkan teknik batik buatan tangan memang membutuhkan medium edukasi langsung. Interaksi luring memungkinkan perwakilan jenama menjelaskan kepada pelanggan mengenai kerumitan nilai kerajinan yang bahkan dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Lebih dari itu, ruang festival ini membuka prospek perluasan ranah kreatif. Khanaan menyatakan ketertarikannya dengan konsep lintas gaya hidup festival ini. “Yang menarik, ekosistemnya tidak hanya mempertemukan sesama brand fashion, tetapi juga fashion dengan beauty. Ke depan, fashion dan fragrance mungkin bisa menjadi kolaborasi yang patut dicoba. Saya merasa BFF menjadi wadah yang tepat karena brand yang hadir sudah dipilih secara cermat dan memiliki karakter yang kuat.” ucap desainer asal Pekalongan tersebut.

Keresahan serupa mengenai kebisingan pasar digital diutarakan oleh Rachel Lakhiani, pendiri jenama perawatan kulit Dew It. Baginya, persaingan harga di ranah daring sudah terasa terlalu padat. “Online it’s just so noisy. But offline is super special to me,” ujar Rachel.

Rachel merasa pameran konvensional berskala besar kerap membuat jenama independen tenggelam, namun ekosistem BFF Festival terbukti memberikan perlakuan yang setara bagi seluruh skala usaha. “Kalau mengikuti pameran lain, saya sering merasa kami hanyalah brand kecil di antara banyak nama besar. Rasanya perhatian lebih banyak tertuju pada pemain yang skalanya jauh lebih besar. Namun di BFF, baik brand besar maupun kecil mendapat ruang yang sama untuk tampil dan dihargai. Itu yang membuat kami merasa istimewa.” katanya. Untuk memeriahkan acara, Dew It bahkan menjadwalkan peluncuran perdana dua produk terbaru mereka secara eksklusif bagi pengunjung pameran.

Sinergi Perbankan dan Rincian Acara

Perputaran roda ekonomi kreatif dalam festival ini mendapat sokongan penuh dari Bank Mandiri sebagai sponsor utama. Keterlibatan perbankan pelat merah ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas jangkauan perdagangan kreatif nasional.

Senior Vice President Digital Marketing Group Bank Mandiri, Diah Eka Purwanti, mengutarakan komitmen institusinya. “Sebagai bagian dari ekosistem penggerak negeri, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi finansial yang tidak hanya mendukung transaksi, tetapi juga memperkuat pertumbuhan industri kreatif secara menyeluruh,” tutur Diah. Dukungan tersebut diwujudkan lewat ragam program menarik bagi konsumen, mulai dari promo uang kembali, bonus poin, hingga bonus sambutan bernilai jutaan rupiah bagi nasabah baru.

Bagi publik yang menantikan pengalaman belanja luring yang holistik, The BFF Festival 2026 akan diselenggarakan di Hall B Jakarta International Convention Center mulai 28 hingga 31 Mei 2026. Sebanyak 200 jenama gaya hidup lokal akan memamerkan karyanya mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

Jajaran jenama kecantikan seperti Make Over dan Avoskin, merek fesyen meliputi IKYK dan Ria Miranda, hingga ranah wewangian dari Etre akan bersanding dengan panggung hiburan yang diisi oleh musisi kenamaan seperti HIVI!, Sivia Azizah, dan Rapot. Seluruh informasi serta akses pembelian tiket telah tersedia dan dapat dijangkau melalui situs thebfffestival.com atau fitur Sukha pada aplikasi Livin’ by Mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *