Navaswara.com – Masyarakat Indonesia memang rerata sulit dipisahkan dari nasi putih sebagai sumber karbohidrat utama dalam keseharian. Namun bagi mereka yang sedang menjaga kadar gula darah atau penyandang diabetes makan nasi sering menjadi dilema besar karena indeks glikemiknya yang tinggi.
Belakangan ini muncul tren kesehatan yang menyebutkan bahwa menyimpan nasi di dalam kulkas selama seharian sebelum dikonsumsi dapat membantu menurunkan kadar gula di dalamnya. Secara medis hal ini bukan sekadar mitos belaka karena berkaitan erat dengan perubahan struktur kimiawi pada butiran nasi.
Fenomena ini terjadi akibat pembentukan pati resisten atau resistant starch melalui proses yang disebut retrogradasi. Ketika nasi yang telah matang didinginkan pada suhu sekitar empat derajat celsius selama 24 jam molekul pati di dalamnya akan mengkristal kembali. Perubahan struktur ini membuat sebagian pati menjadi sulit dipecah oleh enzim pencernaan di usus halus. Alih-alih langsung diubah menjadi glukosa yang masuk ke aliran darah pati resisten ini justru melaju menuju usus besar untuk difermentasi oleh bakteri baik.
Hal ini didukung oleh sebuah studi penting yang diterbitkan dalam jurnal Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition. Penelitian tersebut secara spesifik mengamati bahwa proses pendinginan nasi putih selama 24 jam pada suhu 4°C kemudian dipanaskan kembali secara signifikan menurunkan respons glikemik pada partisipan jika dibandingkan dengan nasi yang baru matang.
Para peneliti menemukan bahwa nasi yang didinginkan memiliki kadar pati resisten yang jauh lebih tinggi sehingga pelepasan gula ke darah menjadi lebih terkendali.

Manfaat utama dari metode ini bagi kesehatan adalah stabilitas kadar gula darah. Pada nasi yang baru matang pati sangat mudah dicerna sehingga menyebabkan lonjakan insulin secara mendadak setelah makan. Sebaliknya nasi yang telah didinginkan memiliki beban glikemik yang lebih rendah sehingga grafik kenaikan gula darah menjadi lebih landai. Selain itu proses fermentasi pati resisten di usus besar menghasilkan asam lemak rantai pendek yang mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kesehatan pencernaan.
Banyak orang ragu untuk mempraktikkan cara ini karena tidak terbiasa menyantap nasi dalam kondisi dingin. Kabar baiknya nasi yang sudah didinginkan di kulkas tetap boleh dihangatkan kembali sebelum dimakan. Penelitian menunjukkan bahwa proses memanaskan kembali atau reheating tidak akan merusak struktur pati resisten yang sudah terbentuk. Justru kadar pati resisten pada nasi yang sudah melewati fase pendinginan dan pemanasan ulang tetap jauh lebih tinggi dibandingkan nasi yang baru pertama kali matang.
Meski memberikan manfaat medis yang signifikan aspek keamanan pangan tetap harus menjadi prioritas utama. Nasi yang akan disimpan di kulkas sebaiknya segera didinginkan setelah uap panasnya hilang dan jangan dibiarkan berada di suhu ruang terlalu lama karena berisiko terpapar bakteri Bacillus cereus. Selain itu pastikan nasi hanya dipanaskan sekali saja sesuai porsi yang akan dikonsumsi. Dengan menerapkan metode simpan dan hangat ini para pecinta nasi tetap bisa menikmati makanan pokok favorit dengan cara yang jauh lebih ramah bagi metabolisme tubuh.
