Gula Darah Naik Bukan Karena Gula Saja, Tapi juga Stres

Navaswara.com — Kesibukan harian yang padat sering membuat banyak orang menunda perhatian terhadap kesehatan tubuh. Kurang tidur, stres, dan pola makan tinggi gula perlahan mengganggu kestabilan metabolik, termasuk kadar gula darah. Padahal, kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai gangguan serius seperti obesitas, gangguan jantung, dan diabetes.

Menurut dr. Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K, Health Communicator Kalbe Nutritionals, menjaga kesehatan gula darah bukan sekadar mengatur menu makan, tetapi juga memahami kebutuhan tubuh. “Menjaga kesehatan gula darah bukan hanya soal angka di alat cek, tapi bagaimana kita memahami apa yang dibutuhkan tubuh. Pikiran yang tenang, pola makan seimbang, dan gaya hidup aktif berperan besar dalam menjaga kesehatan dan kebahagiaan,” ujarnya.

Penelitian menunjukkan bahwa stres dapat memicu lonjakan kadar gula darah meski tanpa konsumsi makanan manis. Karena itu, keseimbangan antara pikiran dan tubuh menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan metabolik. Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki 20–40 menit, tidur cukup, dan mengelola stres secara sadar dapat membantu tubuh menjaga stabilitas gula darah.

Dalam praktik sehari-hari, pengelolaan kesehatan gula darah dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Diabetasol turut memperkenalkan Metode 5J—Jenis, Jumlah, Jadwal, Jurus Masak, dan Jujur—sebagai panduan hidup sehat yang mudah diterapkan. Metode ini menekankan pentingnya memilih jenis makanan yang tepat, menjaga porsi, memperhatikan waktu makan, serta mengolah makanan dengan cara yang lebih sehat.

Sebagai bagian dari edukasi publik, Diabetasol juga mengadakan kampanye “Bahagia Bareng Dia” yang menjadi bagian dari inisiatif Stand by You. Program ini hadir di lima kota—Medan, Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Makassar—melalui kegiatan interaktif seperti pemeriksaan gula darah, senam bersama, talkshow, hingga kreasi menu sehat.

“Melalui berbagai program edukasi, kami ingin membantu masyarakat memahami bahwa manajemen gula darah bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” ujar Nita Novita, Marketing Kalbe Nutritionals.

Program “Bahagia Bareng Dia” diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pasien, tenaga kesehatan, dan komunitas peduli kesehatan. Melalui pendekatan yang lebih personal dan menyenangkan, kampanye ini mendorong masyarakat melihat bahwa menjaga gula darah bukan hal menakutkan, melainkan bagian dari gaya hidup yang lebih seimbang dan bahagia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *