Navaswara.com — Langit ibu kota diperkirakan kembali menaungi aktivitas warga dengan nuansa mendung sejak pagi. Di sejumlah wilayah, warga bersiap membawa payung dan jas hujan, sementara pelaku usaha kecil mulai menyesuaikan ritme aktivitas harian menghadapi potensi cuaca basah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan sebagian besar wilayah DKI Jakarta akan diguyur hujan ringan hingga sedang pada Minggu 8 Februari 2026.
Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan diprediksi terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Sementara Jakarta Selatan diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Adapun wilayah Kepulauan Seribu diperkirakan berawan.
BMKG mencatat suhu udara di wilayah Jakarta berkisar antara 24 hingga 29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara relatif tinggi antara 73 hingga 93 persen. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko genangan di sejumlah titik rawan, terutama pada wilayah dengan sistem drainase terbatas.
Cuaca basah juga diperkirakan memengaruhi aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat. Intensitas hujan, meskipun relatif ringan, berpotensi menurunkan jarak pandang serta meningkatkan kepadatan lalu lintas, khususnya pada jam aktivitas masyarakat.
Dari sisi ekonomi, kondisi cuaca turut berdampak pada sektor usaha mikro dan perdagangan informal. Pedagang kaki lima, pelaku UMKM kuliner, hingga sektor jasa transportasi diperkirakan perlu melakukan penyesuaian operasional guna menjaga stabilitas pendapatan harian.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca secara cepat. Warga diminta memperhatikan informasi resmi perkembangan cuaca dan mengantisipasi potensi genangan air, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua dan aktivitas luar ruang.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mengoptimalkan kesiapsiagaan infrastruktur pengendalian banjir serta sistem respons cepat untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian perkotaan.
BMKG juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air sebagai bagian dari mitigasi risiko banjir dan genangan, terutama di kawasan padat penduduk.
