Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Investasi dan Ekspor Jadi Motor Penguatan

Navaswara.com – Ketahanan ekonomi Indonesia menunjukkan performa positif sepanjang 2025 di tengah tantangan global yang masih dinamis. Stabilnya konsumsi masyarakat, meningkatnya investasi, serta penguatan ekspor menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Perekonomian Indonesia tercatat tumbuh 5,39 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025 dan mencapai 5,11 persen sepanjang tahun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong kuatnya permintaan domestik, optimalisasi belanja pemerintah, serta stabilitas sektor eksternal.

Menurut Purbaya, APBN berperan sebagai instrumen strategis dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan dinilai berhasil menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus memperkuat keberlanjutan pertumbuhan.

Konsumsi Rumah Tangga Tetap Jadi Penopang Ekonomi

Konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto tumbuh 5,11 persen pada kuartal IV dan 4,98 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap kuat, didukung inflasi yang terkendali serta meningkatnya mobilitas masyarakat.

Momentum libur Natal dan Tahun Baru turut mendorong aktivitas ekonomi, khususnya sektor transportasi, perhotelan, dan restoran. Konsumsi sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 6,38 persen, sementara transportasi dan komunikasi meningkat 6,32 persen sepanjang tahun.

Belanja Pemerintah Perkuat Stabilitas Ekonomi Nasional

Belanja pemerintah mencatat pertumbuhan 4,55 persen pada kuartal IV dan 2,5 persen sepanjang tahun. Pemerintah mengalokasikan Rp805,4 triliun untuk program prioritas nasional, termasuk perlindungan sosial, stabilisasi harga, dan peningkatan produktivitas masyarakat.

Selain itu, stimulus ekonomi sebesar Rp110,7 triliun disalurkan untuk menjaga daya beli rumah tangga sekaligus mendukung dunia usaha.

Investasi dan Industri Jadi Sinyal Penguatan Struktur Ekonomi

Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh 6,12 persen pada kuartal IV dan 5,09 persen sepanjang 2025. Peningkatan signifikan terjadi pada investasi mesin dan perlengkapan yang tumbuh 17,99 persen, menandakan ekspansi sektor industri nasional.

Kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia juga tercermin dari realisasi penanaman modal asing dan dalam negeri yang tumbuh 12,66 persen sepanjang 2025. Pemerintah menilai penguatan belanja modal dan proyek strategis BUMN turut mendorong peningkatan investasi swasta.

Ekspor dan Pariwisata Menguat

Kinerja ekspor barang dan jasa tumbuh 7,03 persen sepanjang 2025. Peningkatan ekspor didorong komoditas minyak nabati, besi dan baja, serta mesin dan peralatan elektronik.

Sektor jasa juga mencatat peningkatan seiring kunjungan wisatawan mancanegara yang tumbuh 12,5 persen dan memperkuat penerimaan devisa nasional.

Manufaktur dan Pertanian Menjadi Pilar Produksi

Sektor manufaktur tumbuh 5,30 persen sepanjang 2025 dengan kontribusi utama industri makanan dan minuman yang tumbuh 6,38 persen. Industri logam dasar mencatat pertumbuhan tinggi 15,71 persen didorong kebijakan hilirisasi.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 5,33 persen, ditopang peningkatan produksi pangan serta dukungan program Makan Bergizi Gratis dan reformasi regulasi distribusi pupuk.

Pertumbuhan Ekonomi Merata dan Berdampak pada Ketenagakerjaan

Secara regional, Sulawesi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,23 persen berkat ekspansi hilirisasi mineral. Pulau Jawa tumbuh 5,30 persen, Sumatera 4,81 persen, Kalimantan 4,79 persen, serta Bali dan Nusa Tenggara 4,87 persen.

Pertumbuhan ekonomi juga berdampak positif terhadap ketenagakerjaan. Jumlah penduduk bekerja mencapai 147,9 juta orang pada November 2025. Tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 4,74 persen, sementara angka kemiskinan turun menjadi 8,25 persen.

Prospek Ekonomi Indonesia 2026

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat mencapai 5,4 persen. Konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor diproyeksikan tetap menjadi penggerak utama.

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menjaga kredibilitas kebijakan fiskal serta memperkuat sinergi sektor keuangan guna memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *