Jakarta Utara Ajukan 7 Prioritas Pembangunan RKPD 2027 dari Normalisasi Kali hingga Underpass Kebon Baru

Navaswara.com — Dinamika pembangunan kota kembali bergulir melalui ruang-ruang musyawarah yang mempertemukan aspirasi warga dengan arah kebijakan pemerintah. Dari persoalan banjir hingga kebutuhan infrastruktur dasar, suara masyarakat Jakarta Utara dirumuskan menjadi agenda prioritas pembangunan ke depan.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mengusulkan tujuh prioritas pembangunan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan RKPD Tahun 2027 di tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyampaikan bahwa tujuh usulan tersebut mencakup sektor infrastruktur, lingkungan, hingga pelayanan publik yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

“Ketujuh usulan itu kami masukkan ke dalam Musrenbang tingkat Provinsi DKI Jakarta untuk dibahas lebih lanjut,” ujarnya di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis 2 April 2026.

Adapun tujuh prioritas pembangunan yang diusulkan meliputi lanjutan normalisasi Kali Cakung Lama, pengerukan Kali Angke, pembangunan underpass di perempatan Pos 3 Kebon Baru Jalan Tanah Merdeka Cilincing, penataan Simpang Lima Semper dan Jalan RE Martadinata, pembangunan puskesmas di Kecamatan Pademangan serta puskesmas pembantu di Kelurahan Semper Timur, revitalisasi tempat penampungan sementara sampah, penambahan armada pengangkut sampah dan lumpur, serta pembangunan SMA Negeri di Kelurahan Ancol.

Usulan tersebut merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat melalui proses berjenjang, mulai dari tingkat Rukun Warga, kelurahan, hingga kecamatan.

Hendra menjelaskan, dari Musrenbang tingkat kecamatan, terdapat 2.003 usulan yang masuk, terdiri atas 1.639 usulan fisik dan 364 usulan barang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 usulan telah diakomodasi pada tahun 2026, 1.146 usulan direncanakan masuk tahun 2027, sementara 802 usulan lainnya belum dapat diakomodasi.

Menurutnya, Musrenbang menjadi wadah penting dalam menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan arah pembangunan daerah, sekaligus memastikan partisipasi publik dalam proses perencanaan.

“Musrenbang ini merupakan aspirasi masyarakat dalam upaya bersama membangun kota,” katanya.

Dari perspektif pembangunan kota, usulan tersebut mencerminkan fokus Jakarta Utara dalam memperkuat ketahanan infrastruktur, pengendalian banjir, peningkatan layanan kesehatan, hingga pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *