Navaswara.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Taklimat Awal Tahun yang diikuti seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin. Forum tersebut menjadi ajang pembekalan sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan taklimat yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu diawali dengan pemutaran sejumlah video capaian pemerintah. Salah satunya menampilkan perkembangan pembangunan jembatan gantung yang sebelumnya diperintahkan Presiden untuk segera dikerjakan, terutama sebagai akses anak-anak menuju sekolah.
“Alhamdulillah dalam satu bulan sudah ada perkembangan. Sebanyak 11 jembatan gantung sudah selesai, sekitar 50 sedang dalam proses, dan terus akan kita kejar di tahun 2026. Yang sangat urgent tadi dilaporkan kurang lebih sekitar 6.900 jembatan,” ujar Prasetyo kepada awak media.
Selain pembangunan infrastruktur, capaian program prioritas lainnya juga dipaparkan dalam taklimat tersebut. Prasetyo menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat, dengan dukungan sekitar 19 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terbangun.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan jumlah SPPG meningkat menjadi sekitar 35 ribu unit yang akan melayani hingga 82,9 juta penerima manfaat.
“Kemudian juga cek kesehatan gratis telah mencapai angka 70 juta seluruh warga negara dalam satu tahun di 2025,” kata Prasetyo.
Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan, Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabinet sekaligus mengajak seluruh menteri untuk kembali membulatkan tekad bekerja sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan negara. Dalam forum tersebut, Presiden juga mendengarkan laporan langsung dari para menteri terkait perkembangan dan kendala pelaksanaan program prioritas.
“Kendala-kendala yang mungkin timbul dalam pelaksanaan program-program prioritas tadi disampaikan langsung oleh menteri-menteri terkait kepada Bapak Presiden dan kemudian langsung didiskusikan penyelesaiannya,”pungkas Prasetyo.
