Navaswara.com – Diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto di Washington D.C. berbuah konkret. Tarif perdagangan produk Indonesia ke Amerika Serikat dipangkas hampir separuh, dari 32 persen menjadi 19 persen.
“Perjanjiannya memang 19 persen, dari sebelumnya tahun lalu itu 32 persen menjadi 19 persen,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kepada awak media di Washington D.C., belum lama ini.
Tak hanya itu. Kesepakatan tersebut juga membuka tarif 0 persen bagi 1.819 produk unggulan Indonesia.
Produk yang mendapat fasilitas ini mencakup sektor pertanian dan industri strategis seperti kopi, kakao, minyak kelapa sawit, hingga semikonduktor.
Menurut Teddy, capaian ini diraih di sela agenda internasional yang padat. Dalam forum yang dihadiri lebih dari 15 kepala negara dan pemerintahan, Prabowo menjadi satu-satunya pemimpin yang melakukan pertemuan bilateral langsung dengan Presiden AS, Donald Trump.
“Presiden Prabowo melakukan bilateral dengan Presiden Trump. Dari lebih 15 kepala negara, satu-satunya yang melakukan bilateral langsung,” kata Teddy.
Usai penandatanganan perjanjian, kedua pemimpin melanjutkan pembicaraan tertutup sekitar 30 menit. Sejumlah isu strategis turut dibahas.
Teddy menyebut, peluang perbaikan tarif ke depan masih terbuka.
“Kita tunggu saja. Yang sekarang 19 persen, mungkin ke depan akan menjadi lebih baik lagi untuk Indonesia,” ujarnya.
Kesepakatan ini memperlebar akses pasar produk Indonesia di AS sekaligus memperkuat posisi RI dalam peta perdagangan global di tengah dinamika ekonomi dunia.
