Navaswara.com — Nuansa merah menyelimuti ruang kebersamaan ribuan pendukung Persija yang berkumpul dengan wajah penuh harap dan semangat. Doa, shalawat, dan sorak kebanggaan menyatu dalam perayaan Milad The Jakmania, menandai kesetiaan panjang suporter terhadap klub kebanggaan ibu kota. Di tengah suasana itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir dan menyampaikan satu pesan sederhana yang sarat makna: harapan agar Persija kembali mengangkat trofi juara.

Gubernur Pramono Anung menghadiri Tabligh Akbar Milad The Jakmania yang digelar di Plaza Selatan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat malam, 19 Desember 2025. Kehadirannya menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap Persija Jakarta sekaligus apresiasi atas peran The Jakmania sebagai elemen penting dalam ekosistem olahraga dan kebersamaan warga Jakarta.
Dalam sambutannya, Pramono mengaku mengikuti perjalanan Persija bukan sekadar sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai penggemar yang merasakan langsung emosi para pendukung. Ia menyebut selalu menyempatkan diri menonton pertandingan Persija bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
“Terus terang, saya dan Bang Dul mengikuti semua pertandingan Persija. Kalau Persija kalah, suasana hati ikut terbawa. Tapi kalau Persija menang, itu menjadi kebahagiaan tersendiri,” ujar Pramono di hadapan ribuan anggota The Jakmania.
Pramono menilai The Jakmania memiliki karakter dukungan yang tulus dan konsisten. Menurutnya, kecintaan terhadap Persija tidak hanya terlihat di tribun stadion, tetapi juga tercermin dalam keseharian para pendukung yang terus menjaga identitas dan kebanggaan sebagai warga Jakarta.
“Saya menyaksikan sendiri bagaimana Persija dicintai dari lubuk hati yang paling dalam. Dukungan The Jakmania bukan karena tren, tapi karena rasa memiliki,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terus mendukung Persija agar mampu kembali berprestasi di level nasional. Ia menyebut momentum menjelang 500 tahun Kota Jakarta pada 2027 menjadi pengingat penting bahwa prestasi olahraga, khususnya sepak bola, memiliki nilai strategis dalam membangun kebanggaan kolektif warga.
“Tahun 2027 Jakarta genap 500 tahun. Paling lama pada tahun itu Persija harus juara. Kalau bisa lebih cepat, tentu itu yang kita harapkan bersama,” katanya.
Selain menyoroti prestasi, Pramono juga mengajak The Jakmania untuk terus menjaga persatuan, ketertiban, dan sportivitas dalam mendukung Persija. Ia menekankan bahwa kekuatan suporter tidak hanya diukur dari jumlah, tetapi juga dari kedewasaan dalam menjaga atmosfer sepak bola yang aman dan bermartabat.
“Kami berharap The Jakmania tetap menjadi contoh suporter yang solid, tertib, dan menjaga kebersamaan. Persija adalah milik Jakarta, dan Jakarta adalah milik kita bersama,” ujarnya.
Perayaan Milad The Jakmania malam itu tidak hanya menjadi ajang syukur atas perjalanan panjang komunitas suporter, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah, klub, dan pendukung. Bagi Jakarta, Persija bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol identitas kota dan semangat kolektif yang terus dirawat dari generasi ke generasi.
