Navaswara.com – Film Avatar 3 atau Avatar: Fire and Ash dilaporkan telah masuk dalam daftar film yang diajukan untuk dipertimbangkan dalam ajang Golden Globe Awards. Padahal, film terbaru garapan sutradara James Cameron tersebut baru dijadwalkan tayang secara global pada Desember 2025.
Berdasarkan laporan industri, Avatar: Fire and Ash diajukan dalam kategori Cinematic and Box Office Achievement. Film ini akan bersaing dengan sejumlah judul besar lain yang dirilis atau dijadwalkan rilis tahun ini, seperti F1: The Movie, KPop Demon Hunters, Mission: Impossible – The Final Reckoning, Sinners, Weapons, Wicked: For Good, dan Zootopia 2.
Masuknya Avatar: Fire and Ash dalam daftar pengajuan Golden Globe terbilang menarik, mengingat film tersebut belum dirilis dan belum mencatatkan pendapatan box office. Namun, praktik pengajuan awal semacam ini bukan hal yang sepenuhnya asing di industri perfilman Hollywood.
Studio besar kerap mendaftarkan film mereka lebih awal untuk memastikan judul tersebut masuk dalam radar panitia penghargaan, terutama untuk kategori tertentu. Pengajuan awal biasanya disertai materi pendukung seperti skrip, cuplikan awal, atau versi penyuntingan awal (early cut) yang dinilai relevan oleh penyelenggara.
Meski demikian, pendaftaran film yang jarak waktu rilisnya masih cukup jauh dari periode pemungutan suara utama tetap tergolong jarang, terlebih untuk film dengan skala produksi dan anggaran sebesar Avatar: Fire and Ash.
Mengacu pada ketentuan Golden Globe, film yang dirilis setelah batas waktu tertentu masih dapat dipertimbangkan dalam kategori Cinematic and Box Office Achievement berdasarkan proyeksi performa komersial, termasuk estimasi pendapatan box office atau indikator popularitas lainnya yang diakui industri.
Dengan rekam jejak dua film sebelumnya, Avatar (2009) dan Avatar: The Way of Water (2022), yang sama-sama mencatatkan pendapatan miliaran dolar AS secara global, Avatar: Fire and Ash diproyeksikan mampu memenuhi kriteria tersebut.
Hingga kini, pihak studio maupun penyelenggara Golden Globe belum memberikan pernyataan resmi terkait detail proses pengajuan film tersebut. Namun, langkah ini menegaskan besarnya ekspektasi industri terhadap kelanjutan waralaba Avatar sebagai salah satu properti film paling sukses sepanjang sejarah.
