Navaswara.com — Banjir bandang yang melanda Pidie Jaya, Aceh, meninggalkan tumpukan kayu dan material berat yang sulit dibersihkan. Di tengah lumpur yang menutup akses, empat gajah terlatih, Abu, Mido, Ajis, dan Noni, justru jadi tumpuan utama tim di lapangan.
Keempat gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree itu bekerja bersama petugas untuk menarik kayu besar dan membuka jalur yang tertutup, terutama di Kecamatan Meurah Dua dan Meureudu.
Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan, menyebut ini bukan kali pertama gajah-gajah ini diterjunkan dalam kondisi serupa. Mereka juga membantu evakuasi puing saat tsunami Aceh tahun 2004.
“Yang kita bawa ada empat ekor dari PLG Saree. Berdasarkan pengalaman, termasuk saat tsunami dulu, kehadiran gajah sangat membantu membersihkan puing-puing,” ujar Hadi.
Kekuatan Gajah Isi Celah yang Tak Bisa Dijangkau Alat Berat
Kemampuan gajah menjangkau titik-titik yang tidak dapat dilalui alat berat membuat mereka menjadi andalan. Selain menyingkirkan material besar, mereka juga membantu membuka akses antardesa yang terputus.
Tim menargetkan gajah-gajah ini bekerja hingga 14 Desember 2025 untuk membersihkan kawasan yang paling terdampak.
Tak hanya itu, kehadiran mereka juga dimanfaatkan untuk pengiriman logistik hingga membantu pencarian korban di area yang sulit ditembus.
Belalai yang Bantu Pulihkan Trauma Anak-Anak
Peran gajah di lokasi bencana tak berhenti pada pekerjaan fisik. Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, mengatakan gajah juga diikutsertakan dalam kegiatan trauma healing bagi anak-anak.
“Selain mengangkat material berat, kita manfaatkan juga untuk trauma healing. Kehadiran gajah bisa mencairkan suasana dan membantu memulihkan psikologis anak-anak korban banjir,” ujar Faisal.
Program ini merupakan kerja sama Polres Pidie Jaya dan BKSDA Aceh.
Viral di Media Sosial
Foto dan video gajah yang membantu membersihkan puing langsung viral di media sosial. Warganet ramai-ramai menyoroti ironi di balik momen tersebut bahwa gajah membantu manusia, ketika habitat mereka sendiri sering dirusak.
“Manusia serakah menganggap gajah hama, padahal manusia yang merebut rumah mereka. Saat ada musibah, gajah tetap membantu manusia,” tulis akun Sevviana Luluk.
Akun Purbo Sri Indarto juga menambahkan. “Rumah mereka dihancurkan, tapi mereka membantu membersihkan rumah manusia. Semoga gajah sumatera selalu terlindungi.”
Unggahan tersebut pun memicu diskusi soal pentingnya menjaga habitat gajah Sumatra dan meminimalkan konflik satwa-manusia.
Sumber Antara Foto/Irwansyah Putra

