Lukisan SBY Terjual Rp311 Juta, Seluruhnya untuk Korban Banjir Aceh dan Sumatra

Navaswara.com – Di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sebuah lukisan tak hanya berpindah tangan. Tetapi juga membawa serta ingatan, luka, dan empati yang belum pernah benar-benar selesai.

Lukisan itu berjudul God’s Day, karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Karya tersebut dilelang dalam acara Art for Humanity yang digelar Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Selasa malam, 23 Desember.

Seluruh hasil lelang disumbangkan untuk membantu korban banjir di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatra.

God’s Day merupakan lukisan berukuran besar yang menggambarkan banjir bandang. Air berwarna cokelat mengalir deras dari perbukitan, menyapu dan menenggelamkan sebuah kampung kecil. Tak tampak figur manusia di dalamnya, tetapi suasana kehilangan terasa kuat.

Proses lelang berlangsung singkat. Dibuka dengan harga Rp100 juta. Dua penawar saling menaikkan angka hingga palu diketuk di Rp311 juta. Acara tersebut melibatkan puluhan seniman dan dipandu oleh Dik Doank dengan gaya ringan, tanpa mengurangi keseriusan tujuan kemanusiaan.

SBY mengungkapkan karya seni tersebut lahir dari ingatan lama tentang bencana di Aceh. Saat tsunami melanda pada 2004, SBY berada di Jayapura. Meski ada pertimbangan keamanan, ia memutuskan datang langsung ke Aceh pada hari kedua setelah bencana.

Ia menyaksikan kehancuran di mana-mana. Di Banda Aceh, ia dan sang istri, almarhumah Ani Yudhoyono bertemu dua anak laki-laki yang kehilangan seluruh anggota keluarganya. Ani memangku anak-anak itu sambil menangis. “Itu puncak penderitaan,” kenang SBY.

Ketika banjir bandang kembali melanda Sumatra, ingatan tersebut muncul lagi. SBY mengikuti pemberitaan dan tayangan video banjir selama berjam-jam setiap malam. Dari proses itulah God’s Day lahir.

“Ini tragedi. Ini derita. Ini kemanusiaan,” ujar SBY. Karena itu, ia tidak menetapkan batas harga saat lukisan tersebut dilelang. Berapa pun hasilnya, seluruhnya ia relakan untuk membantu korban bencana.

Selain karya SBY, sejumlah lukisan seniman lain juga terjual dalam acara tersebut. Seluruh dana yang terkumpul disalurkan untuk korban banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Lukisan God’s Day kini telah menemukan pemilik baru. Namun pesan yang dibawanya tetap sama bahwa seni bisa menjadi jalan untuk berbagi, dan empati masih menemukan tempatnya, bahkan dari sebuah kanvas.

Dok. Akbar Linggaprana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *