Navaswara.com — Menteri Perdagangan Budi Santoso mengimbau pelaku usaha Indonesia untuk segera memanfaatkan peluang ekspor yang terbuka melalui Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dan Indonesia–Tunisia Preferential Trade Agreement (PTA). Hal tersebut disampaikan dalam Strategic Forum Indonesia–Peru CEPA dan Indonesia–Tunisia PTA pada Selasa, (25/11/2025) di Kantor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan, Jakarta.
Mendag Busan menegaskan bahwa perluasan pasar ekspor menjadi prioritas utama pemerintah, terutama di tengah meningkatnya proteksionisme global. Indonesia–Peru CEPA telah ditandatangani Agustus 2025, sementara Indonesia–Tunisia PTA direncanakan diteken awal 2026. “Seluruh perjanjian dagang ini harus dimanfaatkan maksimal untuk meningkatkan ekspor,” ujarnya.
Kinerja perdagangan Indonesia menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan ekspor Januari–September 2025 mencapai 8,14 persen dan surplus perdagangan naik signifikan. Mendag Busan mengingatkan bahwa capaian tersebut harus menjadi momentum untuk menambah pasar baru, termasuk di kawasan Amerika Latin dan Afrika Utara.
Dalam forum, para pejabat, pengusaha, dan perwakilan negara mitra membahas peluang sektor potensial, kesiapan industri, dan tantangan implementasi kedua perjanjian tersebut. Para narasumber menilai CEPA dan PTA akan membuka akses yang lebih luas bagi produk Indonesia sekaligus memperkuat diversifikasi pasar nontradisional.
Perdagangan Indonesia–Peru dan Indonesia–Tunisia menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Pada Januari–September 2025, perdagangan Indonesia–Peru tercatat USD 401,90 juta, sementara dengan Tunisia mencapai USD 308,60 juta. Angka ini mencerminkan potensi besar untuk meningkatkan nilai dan volume ekspor melalui pemanfaatan perjanjian dagang secara efektif.
Mendag Busan menutup sesi dengan menegaskan bahwa kerja sama dagang harus saling menguntungkan dan berimbang. Ia memastikan Kemendag akan memperkuat fasilitasi ekspor, termasuk melalui program business matching dengan dukungan perwakilan perdagangan RI.

