Navaswara.com – Panggung Istora Senayan kembali menjadi saksi dibukanya salah satu hajatan lari terbesar di Asia Tenggara. Pada 23 Oktober 2025, rangkaian Wondr Jakarta Running Festival (JRF) 2025 secara resmi bergulir, menandai dimulainya perhelatan olahraga yang kini tak hanya menyedot puluhan ribu pelari, namun juga menjadi etalase teranyar Jakarta sebagai kota sport tourism berstandar global.
Ajang yang diinisiasi oleh PT Kelompok Lari Anak Bangsa (KLAB) ini langsung tancap gas dengan klaim kualitas yang tak main-main. Di hadapan Direktur Utama KLAB Dickie Widjaja, Race Director Donny Tjahyadikarta, serta perwakilan BNI dan media, JRF 2025 secara meyakinkan menyingkap fakta partisipasi yang naik 70 persen, melibatkan 27.300 pelari dari 48 negara. Angka ini praktis menegaskan posisi JRF sebagai destinasi lari utama di kawasan.
Meraih Pengakuan Global di Tengah Keriuhan Lokal
JRF 2025 sukses membukukan peningkatan kualitas signifikan. Ajang ini secara resmi telah meraih dua sertifikasi World Athletics Label untuk kategori Half Marathon dan Marathon. Pengakuan internasional ini menjadi penanda bahwa standar teknis dan penyelenggaraan JRF kini setara dengan lomba-lomba lari global terkemuka.
“Kami ingin JRF bukan sekadar lomba lari, tapi etalase terbaik Jakarta, melalui rute, pengalaman, dan semangatnya,” tegas Dickie sembari menegaskan komitmen mereka untuk menghadirkan event berkelas dunia.
Setelah seremoni, keriuhan pindah ke Race Expo yang segera ditinjau oleh tamu dan media. Dengan menghadirkan lebih dari 100 brand lokal dan global, expo ini diperkirakan akan menarik 75.000 pengunjung. Di titik ini, peran JRF sebagai penggerak sport tourism sekaligus pengungkit ekonomi kreatif Jakarta menemukan legitimasi terkuatnya.
Sinergi Lintas Sektor, Dukungan Penuh Kota
Kualitas JRF 2025 tak lepas dari sinergi lintas sektor. Mulai dari dukungan penuh Pemprov DKI Jakarta hingga kesiapan infrastruktur, semua disiapkan untuk menyambut puluhan ribu pelari.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bahkan hadir di momentum pembukaan, ikut mengambil racepack untuk kategori Le Minerale 10K, dan menyampaikan dukungannya. “Pemerintah Jakarta all out mendukung 27 ribu pelari. Car Free Day kami tiadakan agar festival ini berjalan optimal. Kami ingin JRF menjadi bukti bahwa Jakarta siap sebagai kota sport tourism dunia,” tandasnya.
Dukungan teknis juga datang dari MRT Jakarta yang menjamin operasional lebih awal mulai pukul 03.00 pada 25–26 Oktober, lengkap dengan perjalanan gratis bagi peserta JRF. Sementara itu, di ranah keberlanjutan, Adidas Indonesia menyediakan 27.300 jersey berbahan daur ulang.
Di sisi kemanusiaan, TBS Foundation mengajak pelari berdonasi preloved sportswear untuk atlet muda. Dukungan proteksi pun datang dari Perta Life Insurance, yang menjamin seluruh peserta dan panitia dengan pertanggungan hingga Rp35 juta per orang.
Bahkan kawasan ikonik GBK turut ambil bagian. Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi A. Kusumo menuturkan komitmen menjadikan GBK sebagai pusat olahraga dan sport tourism internasional. “Wondr JRF 2025 adalah contoh sinergi event berkualitas yang membawa nama Indonesia di panggung global,” ujarnya.
Dengan kesiapan infrastruktur yang detail, dukungan politis yang penuh, serta partisipasi internasional yang melesat, Wondr Jakarta Running Festival 2025 kian meneguhkan posisinya, bukan hanya ajang lomba lari, melainkan simbol semangat kolektif dan kebanggaan kota yang kini melangkah bersama menuju panggung global.

