Navaswara.com — Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) mempertegas arah barunya: membangun pertumbuhan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dalam forum APEC Structural Reform Ministerial Meeting (SRMM) ke-4 di Incheon, Korea Selatan, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa reformasi struktural adalah mesin baru yang akan menggerakkan ekonomi kawasan menuju masa depan yang tangguh.
Pertemuan dua hari ini menjadi momentum penting untuk menutup agenda Enhanced APEC Agenda for Structural Reform (EAASR) 2021–2025 dan melahirkan babak baru Strengthened and Enhanced APEC Agenda for Structural Reform (SEAASR) 2026–2030. Agenda ini dirancang untuk memperkuat empat pilar utama: menciptakan persaingan usaha yang sehat, membangun iklim bisnis yang kondusif, mendorong inovasi dan digitalisasi, serta memastikan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh.
Wamendag Roro menegaskan, Indonesia mendukung penuh arah baru ini. Reformasi struktural dinilai bukan sekadar upaya teknis, melainkan langkah strategis agar ekonomi kawasan mampu menghadapi tantangan era baru dari disrupsi teknologi, krisis iklim, hingga perubahan demografi. “Kebijakan yang adil dan berorientasi inklusif adalah kunci agar manfaat pembangunan tidak hanya dinikmati hari ini, tetapi juga lintas generasi,” ujarnya dalam forum tersebut.

Para menteri APEC juga menyoroti pentingnya sinkronisasi regulasi dan kerja sama lintas sektor agar kebijakan ekonomi tidak berjalan sendiri-sendiri. Sektor swasta, melalui APEC Business Advisory Council (ABAC), didorong berperan lebih aktif dalam menciptakan inovasi, investasi hijau, dan lapangan kerja baru di kawasan.
Salah satu fokus utama SEAASR 2026–2030 adalah memperkuat daya saing sektor jasa dan UMKM, yang terbukti menjadi tulang punggung perekonomian Asia-Pasifik. Melalui APEC Services Competitiveness Roadmap, negara-negara anggota berkomitmen memperluas peluang ekspor dan integrasi ekonomi yang lebih merata.
Dengan tema besar “Building a Sustainable Tomorrow: Connect, Innovate, Prosper,” APEC 2025 menegaskan tekadnya menjadi kawasan yang adaptif terhadap perubahan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dari Incheon, pesan yang mengalir jelas: reformasi bukan sekadar membenahi struktur, tetapi membangun fondasi baru agar Asia-Pasifik terus tumbuh. kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

