Navaswara.com — Sorak meriah penonton memenuhi Teater Besar Taman Ismail Marzuki malam itu. Lampu-lampu panggung menyorot para finalis yang berdiri anggun di atas panggung, sementara tepuk tangan menggema saat nama dua mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) diumumkan sebagai pemenang. Mereka adalah Cleo Ardelia, mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Gilang Ramadhan, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Keduanya berhasil meraih Juara II Putra dan Putri Duta Generasi Berencana (GenRe) DKI Jakarta 2025, mengharumkan nama kampus dan menunjukkan semangat muda yang penuh dedikasi.
Ajang Duta GenRe merupakan program nasional yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan, dan Anak Provinsi DKI Jakarta. Kompetisi ini berlangsung sejak 16 Agustus hingga 30 September 2025 dan diikuti oleh 36 finalis dari lima kota administratif dan satu kabupaten di DKI Jakarta. Program ini bertujuan melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjadi teladan dalam perencanaan kehidupan, pendidikan, serta pencegahan pernikahan dini dan perilaku berisiko.

Bagi Cleo Ardelia, keikutsertaannya bukan sekadar mengejar gelar. Mahasiswi Kesehatan Masyarakat angkatan 2024 ini mengaku terdorong oleh keinginan kuat untuk membawa perubahan nyata. “Saya ingin memberi dampak bagi remaja. Sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat, saya percaya perubahan dimulai dari edukasi tentang kesehatan reproduksi dan keterampilan hidup,” ujar Cleo dengan penuh keyakinan. Di babak tanya jawab, Cleo tampil menonjol dengan gagasan segar mengenai penguatan lifeskill remaja di era digital. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan formal dan kecakapan hidup, terutama dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya yang semakin kompleks.
Sementara itu, Gilang Ramadhan, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2024, menunjukkan semangat yang tak kalah membara. Sejak awal, ia melihat ajang Duta GenRe sebagai wadah untuk berkontribusi dalam pembinaan remaja. “Senang rasanya bisa membersamai remaja dalam menemukan jati dirinya. Saya ingin membantu mereka agar lebih percaya diri dan mandiri,” tutur Gilang. Di balik sorot lampu dan panggung megah, Gilang melewati proses panjang penuh disiplin: latihan intensif, sesi pembekalan, hingga pendalaman materi kesehatan reproduksi dan karakter remaja.

Baik Cleo maupun Gilang sepakat bahwa perjuangan mereka bukan hanya untuk prestasi pribadi, melainkan juga untuk membawa semangat perubahan bagi generasi muda Jakarta. Keduanya berharap, peran Duta GenRe dapat memperkuat pemahaman remaja tentang pentingnya menunda pernikahan dini, menghindari seks pranikah, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif.
Prestasi keduanya menambah deretan pencapaian Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Patriot UPNVJ, yang selama ini aktif dalam pembinaan generasi muda dan literasi kesehatan remaja. Melalui berbagai kegiatan kampanye dan edukasi, PIK-R Patriot telah melahirkan sejumlah duta muda yang berprestasi di tingkat provinsi, termasuk Cleo dan Gilang. Kiprah mereka sekaligus mendukung target pemerintah untuk menurunkan angka pernikahan dini di bawah lima persen pada tahun 2029.
Bagi UPNVJ, kemenangan ini menjadi simbol bahwa pendidikan tidak hanya tentang teori di ruang kuliah, tetapi juga tentang keberanian mahasiswa menebar manfaat bagi masyarakat. “Setiap orang punya potensi besar. Jangan takut melangkah, yakini diri sendiri, dan bawa dampak positif,” pesan Cleo menutup wawancara.
Di balik senyum kemenangan mereka, tersimpan tekad yang sama: menjadikan generasi muda Indonesia tumbuh berdaya, berencana, dan berkontribusi — karena perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang berani.

