Krakatau Steel Dorong Program Makan Bergizi Gratis Lewat Food Tray Baja dan Dapur Modular

Navaswara.com-Krakatau Steel Group memperluas langkah hilirisasi baja dengan cara yang cukup tak biasa: menghadirkan food tray berbahan baja untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Produk ini diproyeksikan bukan hanya jadi solusi nasional, tetapi juga bisa bersaing di pasar global.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menjelaskan produksi food tray sudah dimulai sejak Juni 2025 dengan 400 ribu unit, lalu naik menjadi 600 ribu unit di bulan berikutnya. Mulai Oktober, kapasitas diproyeksikan tembus 1 juta unit per bulan berkat sistem produksi berbasis robotik.

Krakatau Steel menugaskan PT Krakatau Baja Industri sebagai pemasok utama dengan pola kerja sama strategis. Menurut Akbar, rancangan food tray dibuat lebih aman untuk makanan, sekaligus berkontribusi terhadap penyerapan baja domestik sesuai kebijakan hilirisasi dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Keunggulan produk ini terletak pada bahan baku SUS 304 dengan plat lebih tebal, konstruksi kaku yang tahan beban, serta penggunaan minyak nabati sebagai material aman. Proses produksi dari hulu ke hilir pun diklaim terjamin halal.

 

Kolaborasi Industri dan TKDN 60%

Produksi food tray melibatkan Kerja Sama Operasi (KSO) antara Krakatau Baja Konstruksi, Welindo Mathotech Sukses, Sumber Karya Baja Utama, serta Pakis Logam Perkasa yang bergerak di manufaktur komponen logam dan rekayasa produk. Distribusinya ditangani Krakatau Niaga Indonesia.

Dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60%, food tray ini dipandang sebagai bukti kuat peran Krakatau Steel dalam hilirisasi baja. “Produk ini kokoh, tidak menguning, finishing rapi, dan harganya kompetitif. Karya anak bangsa yang siap bersaing global,” kata Akbar Djohan.

Selain food tray, Krakatau Steel juga membangun dapur modular berbahan baja. Unit perdana telah berdiri di Cilegon, memanfaatkan struktur baja Krakatau Baja Konstruksi.

Struktur modular ini diklaim efisien, presisi, mudah direlokasi, serta tahan lama. Kapasitas produksi mencapai 500–700 unit per bulan, lengkap dengan teknologi pencucian dan pengering food tray untuk menjaga higienitas.

 

LOI Pembangunan SPPG

Dukungan terhadap MBG diperkuat lewat penandatanganan Letter of Intent (LOI) pembangunan 200 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatera Utara bersama konsorsium PT Codian Sinar Sinergi. Acara ini disaksikan perwakilan Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, hingga jajaran direksi Krakatau Steel.

“Kami tidak hanya membangun gedung SPPG modular, tetapi juga melengkapinya dengan teknologi, termasuk alat khusus pencuci food tray agar kualitas tetap terjaga,” ucap Akbar.

Dengan kapasitas produksi besar dan kualitas tinggi, Krakatau Steel menargetkan food tray menembus pasar luar negeri. Akbar optimistis produk baja ini bisa jadi alternatif baru selain suplai dari negara maju.

Lewat inovasi food tray dan dapur modular, Krakatau Steel Group berupaya membuktikan hilirisasi baja tak melulu soal konstruksi besar, tetapi juga kebutuhan sehari-hari yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *