Wisata Sejarah di Tjong A Fie Mansion Sajikan Kehidupan Elite Medan Masa Kolonial

Navaswara.com – Berdiri megah di jantung Kota Medan, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Tjong A Fie Mansion merupakan saksi bisu yang menggambarkan kejayaan, toleransi, dan kedermawanan seorang tokoh besar di tanah Deli. Museum dengan luas delapan ribu meter persegi dan terbagi atas dua lantai ini menawarkan wisata sejarah yang menarik dengan perpaduan arsitektur Tionghoa, Melayu, dan Eropa secara harmonis.

Memasuki gerbang rumah yang dibangun pada tahun 1895 ini, pengunjung seolah ditarik kembali ke masa keemasan perkebunan tembakau di Sumatra Utara. Waktu di mana Tjong A Fie berdiri sebagai sosok yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Ia adalah seorang pengusaha sukses, pemimpin masyarakat Tionghoa, sekaligus sahabat dekat Kesultanan Deli dan pemerintah kolonial Belanda yang jejak langkahnya terekam jelas di setiap sudut bangunan ini.

Setiap jengkal bangunan ini menyimpan filosofi dan kemewahan yang terjaga dengan sangat baik. Mulai dari pintu masuk utama yang dihiasi ukiran kayu khas Tiongkok nan rumit, hingga langit-langit tinggi yang memberikan kesan luas dan sejuk. Ruang tamu di lantai bawah dibagi menjadi beberapa bagian yang masing-masing memiliki fungsi khusus. Di antaranya sebagai ruang untuk menerima tamu umum, tamu dari kalangan pejabat Belanda, hingga ruang khusus bagi Sultan Deli.

Lantai rumah yang terbuat dari ubin Venesia berwarna-warni memberikan sentuhan klasik Eropa, sementara jendela-jendela besar dengan gaya arsitektur kolonial membiarkan cahaya alami masuk menyinari furniture antik yang sebagian besar didatangkan langsung dari luar negeri. Di bagian tengah rumah, terdapat sebuah ruang terbuka atau courtyard, sebuah elemen arsitektur Tionghoa yang dipercaya membawa keberuntungan dan kelancaran aliran energi di dalam hunian.

Naik ke lantai dua, kita bisa menemukan nuansa hangat dan kekeluargaan semakin terasa. Di sana, terdapat sebuah aula besar yang digunakan untuk pertemuan keluarga serta ruang pemujaan leluhur yang hingga kini masih terawat dengan sangat baik. Di dinding-dindingnya, terpajang foto-foto hitam putih yang mengabadikan momen-momen penting kehidupan sang maestro, termasuk dokumentasi kegiatan sosialnya yang legendaris. Tjong A Fie dikenal bukan hanya karena kekayaannya, tapi juga karena prinsip hidupnya yang percaya bahwa kekayaan harus dibagikan kepada sesama tanpa memandang suku maupun agama.

Pada tahun 2009, Tjong A Fie Mansion secara resmi ditetapkan sebagai museum dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling ikonik di Sumatra Utara. Dengan perjalanan sejarahnya yang panjang, bangunan ini telah diakui sebagai cagar budaya oleh Kemdikbud pada tahun 2010 dan Pemprov Sumut pada tahun 2015. Selain menikmati keindahan arsitektur bangunan, pengunjung juga dapat mempelajari kisah perjalanan hidup Tjong A Fie serta peran komunitas Tionghoa dalam perkembangan ekonomi dan sosial di kota Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *