Navaswara.com — Jalan berlumpur yang licin dan sunyi memaksa langkah diperlambat. Di balik medan berat dan waktu tempuh berjam-jam, harapan warga Kampung Sunting akhirnya menemukan jalannya. Sebuah video singkat di media sosial menjadi penunjuk arah, mempertemukan warga terisolasi dengan bantuan yang mereka tunggu.
Berawal dari video viral seorang warga bernama Zulkarnain, Relawan Pertamina Peduli berhasil menjangkau Kampung Sunting, Aceh Tamiang, wilayah yang terisolasi pascabanjir besar. Kampung yang berjarak sekitar 23 kilometer dari pusat kota itu harus ditempuh hingga lima jam perjalanan, termasuk dua jam berjalan kaki menyusuri jalur berlumpur yang sulit dilalui kendaraan.
Zulkarnain, pemuda 37 tahun dengan keterbatasan fisik, terekam tengah mencari sisa puing rumahnya yang rata dengan tanah akibat banjir. Video tersebut menggugah relawan Pertamina Peduli yang tengah bertugas di Posko Aceh Tamiang untuk melakukan misi pencarian menuju kampung tersebut.
Tim relawan terdiri dari empat relawan pekerja Pertamina serta tiga tenaga medis, yakni dokter dan perawat. Meski akses sulit, tim tetap menembus wilayah yang selama ini belum tersentuh bantuan medis maupun pasokan obat-obatan. Warga bahkan masih mengenakan pakaian yang sama sejak bencana terjadi karena minimnya bantuan yang masuk.
“Kami tetap datang karena di sini memang belum ada bantuan medis sama sekali. Banyak warga membutuhkan penanganan, termasuk ibu hamil tujuh bulan dan para lansia,” ujar dr. Haryati Victoria, dokter dari RS Pertamina Prabumulih yang tergabung dalam tim.
Salah satu warga yang mendapat penanganan medis adalah Ishak (76), lansia yang mengalami sesak napas dan mudah lelah. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan indikasi pembengkakan jantung dan kemungkinan cairan di paru-paru. Dengan keterbatasan peralatan, tim medis memutuskan mengevakuasi Ishak menggunakan sepeda motor menuju ambulans untuk dirujuk ke RSUD Langsa.
Selain layanan kesehatan dan obat-obatan, relawan juga menyalurkan bantuan bahan pokok, makanan cepat saji, serta melakukan trauma healing bagi anak-anak melalui permainan sederhana. Anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut juga mendapatkan tambahan asupan susu guna mendukung pemulihan fisik dan psikologis pascabencana.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan komitmen Pertamina Group untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatra, termasuk wilayah terisolasi.
“Pertamina Peduli berupaya hadir langsung di tengah masyarakat yang paling membutuhkan, termasuk di daerah yang belum tersentuh bantuan. Kami percaya kehadiran relawan, tenaga medis, dan bantuan kemanusiaan dapat meringankan beban warga serta membantu proses pemulihan pascabencana,” ujar Baron.
