Navaswara.com — Laporan Kota Terbaik Dunia 2026 (2026 World’s Best Cities Report) dari Resonance Consultancy membawa kabar baik bagi Indonesia, Jakarta berhasil menempati peringkat ke-53 dari 100 kota terbaik global.
Capaian ini menempatkan Jakarta di posisi yang strategis, unggul dari sejumlah kota global ternama seperti Washington D.C. (Amerika Serikat) di peringkat ke-57 dan Taipei (Taiwan) di urutan ke-63. Pencapaian ini kian terasa penting mengingat Jakarta baru dua kali berhasil menembus jajaran 100 teratas dalam riset Resonance, dengan lompatan drastis dari peringkat 89 pada tahun 2023.
Di puncak daftar, London, Inggris, berhasil mengukuhkan dominasinya selama 11 tahun berturut-turut. Gelar bergengsi ini diraih setelah London mendominasi skor tertinggi, terutama dalam kelompok penilaian Prosperity (Kemakmuran). London, “The Capital of Capitals,” terus menjadi magnet investasi, pendidikan, dan pariwisata global.
Sementara itu, New York City, yang kerap dijuluki “the greatest city in the world,” harus puas berada di peringkat kedua. Laporan tersebut menjuluki NYC sebagai “detak jantung Amerika yang abadi,” menilai bahwa aset terbesar New York adalah penolakannya untuk “bermain sesuai skrip siapa pun.” Daya tarik ini ditunjang oleh sektor pariwisata yang masif, menghasilkan pendapatan lebih dari US$70 dari hampir 65 juta pengunjung per tahun.
Melengkapi tiga besar adalah Paris. Ibu kota Prancis ini dipuji karena transformasinya sebagai laboratorium urban futuristik di tengah nuansa historisnya. Keberhasilan Paris terletak pada kemampuannya mengintegrasikan modernitas tanpa mengorbankan identitas klasiknya.
Lompatan Jakarta di Peta Asia Tenggara
Di kawasan Asia Tenggara, posisi Jakarta (53) menunjukkan peningkatan daya saing yang patut diperhitungkan. Meskipun masih berada di bawah Singapura (6), Bangkok (22), dan Kuala Lumpur (50), lompatan peringkat yang signifikan ini mengindikasikan bahwa upaya Jakarta dalam pembangunan infrastruktur dan daya tarik urban mulai diakui secara global.
Pemeringkatan Resonance Consultancy sendiri didasarkan pada metode Place Power™ Score, yang mengevaluasi kota berdasarkan tiga pilar utama:
- Livability (Kelayakan Huni): Mencakup akses transportasi publik, kualitas udara, hingga ruang terbuka hijau.
- Lovability (Daya Tarik Sosial): Meliputi kekayaan budaya, kehidupan malam, dan atraksi wisata.
- Prosperity (Kemakmuran): Meliputi kekuatan ekonomi, konektivitas bandara, dan partisipasi angkatan kerja.
Dengan masuknya Jakarta ke jajaran elit global ini, sorotan publik kini beralih pada upaya berkelanjutan pemerintah kota untuk memperkuat pilar-pilar penilaian tersebut. Pengakuan ini diharapkan menjadi momentum bagi Jakarta untuk meningkatkan kualitas hidup, daya tarik, dan kemakmuran agar dapat bersaing lebih ketat dengan kota tier satu di Asia Tenggara.
