Perkuat Transportasi Inklusif, Transjakarta Kolaborasi dengan Yayasan PERMATA Tambah 5 Unit Transjakarta Cares

Navaswara.com – Transportasi publik bukan sekadar tentang bagaimana seseorang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, transportasi adalah bagian dari hak setiap warga untuk dapat menjalani aktivitas, bekerja, belajar, bersosialisasi, dan membangun kemandirian. Semangat itulah yang terus didorong PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melalui penguatan layanan yang semakin inklusif bagi penyandang disabilitas.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kolaborasi Transjakarta dengan Yayasan PERMATA yang menghadirkan tambahan lima unit kendaraan untuk memperkuat layanan Transjakarta Cares. Penyerahan dukungan layanan tersebut dilakukan secara simbolis di Halte Bundaran HI, Jakarta, Kamis (13/8/2026), dan turut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza, serta perwakilan Yayasan PERMATA.

Transjakarta Cares sendiri telah hadir sejak Oktober 2016 sebagai layanan khusus yang membantu mobilitas penyandang disabilitas, terutama pengguna kursi roda. Layanan tersebut diberikan secara gratis untuk mengantar pelanggan menuju titik-titik layanan Transjakarta sehingga mereka dapat memperoleh akses transportasi publik secara lebih mudah dan nyaman.

Dalam perjalanannya, Transjakarta Cares menunjukkan kebutuhan sekaligus manfaat yang semakin besar. Sepanjang 2025, layanan yang saat itu didukung 15 unit kendaraan telah melayani 71.598 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 16,1 persen dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan terhadap layanan transportasi yang ramah disabilitas terus berkembang. Karena itu, penambahan armada melalui kolaborasi bersama Yayasan PERMATA menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menegaskan bahwa penguatan layanan tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai penambahan kendaraan, tetapi tentang membuka kesempatan mobilitas yang lebih luas bagi masyarakat penyandang disabilitas.

“Bagi kami di Transjakarta, dukungan lima unit kendaraan dari Yayasan PERMATA ini bukan sekadar penambahan fasilitas operasional semata. Lebih dari itu, kolaborasi ini membawa makna besar dalam membuka akses mobilitas yang lebih luas, menghadirkan kesempatan baru, serta mendorong kemandirian bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujar Welfizon.

Pesan tersebut menegaskan bahwa transportasi inklusif membutuhkan pendekatan yang melihat masyarakat sebagai bagian yang setara dalam ekosistem mobilitas. Infrastruktur dan armada memang penting, tetapi keberadaan layanan yang mampu menjawab kebutuhan spesifik pengguna menjadi bagian yang tidak kalah menentukan.

Tambahan lima unit kendaraan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas operasional Transjakarta Cares sekaligus memperluas kemampuan layanan dalam menjangkau pelanggan disabilitas. Kehadiran armada tambahan juga menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman perjalanan yang semakin aman dan nyaman.

Di sisi lain, kolaborasi bersama Yayasan PERMATA memperlihatkan bahwa mewujudkan transportasi publik yang inklusif bukan hanya menjadi tanggung jawab operator. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha, yayasan, komunitas, pemerintah, dan masyarakat, dapat menjadi kekuatan bersama untuk menghadirkan sistem mobilitas yang lebih berkeadilan.

Bagi Jakarta, transportasi yang inklusif pada akhirnya bukan hanya tentang menyediakan kendaraan yang dapat diakses semua orang. Ia merupakan bagian dari upaya membangun kota yang memberikan ruang bagi setiap warganya untuk bergerak, berkarya, dan menjalani kehidupan secara mandiri.

Melalui penguatan Transjakarta Cares, Transjakarta kembali menunjukkan bahwa inovasi layanan publik memiliki makna ketika mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan menuju ekosistem transportasi Jakarta yang semakin inklusif, setara, aman, nyaman, dan berkelanjutan.