Renovasi SDN 01 Cileuksa Diresmikan, Pemkab Bogor Tegaskan Pendidikan sebagai Investasi SDM

Navaswara.com – Suasana peresmian SDN 01 Cileuksa tidak sekadar menandai selesainya renovasi bangunan sekolah. Di balik ruang belajar yang kini lebih layak, terdapat harapan agar anak-anak di wilayah tersebut memiliki kesempatan yang lebih baik untuk belajar, tumbuh, dan menyiapkan masa depan. Pemerintah Kabupaten Bogor menilai pembangunan fasilitas pendidikan merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meresmikan hasil renovasi SDN 01 Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Kamis (13/8/2026). Peresmian tersebut dilakukan atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto dan dihadiri Wakil Bupati Bogor Jaro Ade bersama jajaran Pemkab Bogor, pemerintah desa, pihak sekolah, serta Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) yang turut berkontribusi dalam renovasi fasilitas pendidikan tersebut.

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade mengapresiasi kontribusi GNI dalam mendukung kemajuan pendidikan di Desa Cileuksa. Menurutnya, renovasi sekolah tidak seharusnya hanya dilihat dari besarnya nilai pembangunan, tetapi dari manfaat jangka panjang yang dihasilkan bagi generasi penerus.

“Investasi yang paling tepat dan luar biasa adalah investasi sumber daya manusia. Jadi, ketika bangunan sekolah direnovasi, jangan hanya melihat nilainya, tetapi lihat perjuangan di baliknya,” ujar Jaro Ade.

Membuka Akses Pendidikan di Wilayah Terbatas

Jaro Ade mengatakan kontribusi GNI dalam bidang pendidikan di Cileuksa bukan merupakan yang pertama. Sebelumnya, yayasan tersebut juga berkontribusi dalam pembangunan fasilitas pendidikan di kawasan Gunung Halimun, termasuk di Kampung Cijairin dan Kampung Ciear.

Menurutnya, dukungan tersebut memiliki arti penting karena turut membuka akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan fasilitas sekolah.

“Yang kita lihat sekarang memang renovasi SDN 01. Tetapi ada perjuangan yang tidak boleh dilupakan. Ada sejarah yang dibuat bersama oleh desa dan GNI, sehingga anak-anak di wilayah tersebut akhirnya dapat bersekolah,” katanya.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan pendidikan di wilayah tidak selalu dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Keterlibatan lembaga sosial, masyarakat, dan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan.

Pemkab Bogor Dorong Tidak Ada Anak Putus Sekolah

Jaro Ade menegaskan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Bogor. Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong agar tidak ada anak di Kabupaten Bogor yang putus sekolah maupun kehilangan akses terhadap pendidikan.

Ia juga mengajak pemerintah desa dan masyarakat memanfaatkan berbagai program pendidikan yang telah disediakan pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak hingga jenjang yang lebih tinggi.

Bagi pemerintah daerah, penguatan akses pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun kualitas manusia di Kabupaten Bogor. Sarana sekolah yang layak menjadi salah satu fondasi agar proses belajar dapat berlangsung dalam lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Kolaborasi Jadi Kunci

Jaro Ade menilai keberlanjutan pembangunan pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, pemerintah desa, masyarakat, lembaga sosial, hingga dunia usaha dinilai memiliki ruang untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

“Terima kasih kepada GNI yang selalu bersama-sama dengan Desa Cileuksa. Kita terus berkolaborasi, insyaallah,” ungkapnya.

Peresmian renovasi SDN 01 Cileuksa pun menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama tersebut. Lebih dari sekadar pembenahan fisik, keberadaan sekolah yang lebih layak diharapkan mampu memberikan ruang belajar yang lebih baik bagi anak-anak di wilayah Cileuksa.

Pada akhirnya, investasi pendidikan tidak berhenti pada bangunan yang berdiri. Nilainya akan terlihat dari anak-anak yang dapat terus bersekolah, tumbuh dengan pengetahuan dan karakter, kemudian kembali memberi manfaat bagi masyarakatnya.

Dukung pendidikan di lingkungan sekitar, mulai dari memastikan anak-anak memiliki akses belajar yang layak hingga ikut menjaga fasilitas sekolah. Karena masa depan daerah dibangun dari ruang-ruang kelas tempat generasi mudanya belajar hari ini.