Navaswara.com – Tahun ini, ruang antara budaya dan ekonomi kreatif seolah dipertemukan dalam satu panggung besar. Dari kawasan Indonesia Arena, Gelora Bung Karno. Para penampil seni Pagelaran Sabang Merauke 2026, serta Puluhan pelaku UMKM juga mulai bersiap membawa produk terbaik, dari kuliner hingga kerajinan lokal, untuk tampil di hadapan ribuan pengunjung.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar BCA UMKM Fest 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, festival ini untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan Pagelaran Sabang Merauke dan akan berlangsung secara offline di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, pada 20–23 Agustus 2026.
Tak hanya hadir secara luring, BCA UMKM Fest 2026 juga akan digelar secara online melalui platform Grab dan Blibli mulai 1 Agustus hingga 20 September 2026. Ribuan UMKM dari berbagai sektor seperti food & beverage, fashion, health & beauty, hingga hobby & activity disebut akan ikut ambil bagian dalam festival tersebut.
Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono mengatakan, kolaborasi ini menjadi upaya menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi masyarakat. Menurut dia, budaya tidak hanya dapat dinikmati melalui pertunjukan di atas panggung, tetapi juga lewat karya dan kreativitas para pelaku UMKM.
“BCA berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi pengunjung, di mana budaya tidak hanya hadir di atas panggung pertunjukan, tetapi juga terasa melalui karya, produk, dan kreativitas para pelaku UMKM. Kami percaya UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kekayaan lokal Indonesia,” ujar Antonius dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/5).
Selain membuka akses pasar yang lebih luas melalui platform digital, BCA juga menyiapkan sejumlah dukungan bagi pelaku usaha. Dukungan tersebut meliputi promosi voucher, edukasi seller, onboarding ke platform digital, hingga penawaran kredit produktif untuk membantu pengembangan usaha.
BCA menyebut dukungan terhadap UMKM dilakukan dari hulu hingga hilir. Pada tahap penguatan dasar usaha, misalnya, program Sertifikasi Halal yang dijalankan BCA telah membantu lebih dari 4.500 UMKM memperoleh sertifikat halal hingga tahun lalu.
Sementara untuk memperluas pasar internasional, BCA menjalankan program UMKM Go Export. Pada 2025, sebanyak 19 UMKM binaan Bakti BCA mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 dan terlibat dalam 185 business matching. Dari kegiatan tersebut, terbuka peluang jejaring bisnis ke 33 negara dengan nilai potensi ekspor mencapai Rp110,9 miliar.
Upaya memperkenalkan produk lokal ke pasar global juga terus dilakukan. Melalui program Creating Shared Value (CSV), Bakti BCA bersama Perkumpulan Warna Alami (WARLAMI) membawa produk tenun dengan pewarna alami untuk dipamerkan dalam Tenun Exhibition di Indonesia House Amsterdam, Belanda, yang berlangsung sejak 24 April hingga 15 September 2026.
