Dari Banten ke Jawa Barat, Dinda Eka Savitri Kembali Berbagi Cerita di Suara Nusantara

Navaswara.com — Semarak babak grand final Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat semakin terasa dengan kehadiran para pendukung yang turut memberikan energi positif bagi peserta.

Salah satunya adalah Dinda Eka Savitri, Juara 1 Suara Nusantara Banten Kategori Umum, yang hadir untuk memberikan dukungan sekaligus berbagi pengalaman kepada para peserta yang tengah berjuang di panggung grand final.

Kehadiran Dinda tidak sekadar menjadi penonton. Di tengah suasana tegang menjelang pengumuman pemenang, ia turut mendongeng dan menghibur para peserta. Cerita yang disampaikannya menjadi selingan menyenangkan sekaligus membantu mencairkan ketegangan yang dirasakan para peserta setelah melalui rangkaian kompetisi.

Dinda mengaku senang dapat kembali hadir dan mendapatkan kesempatan untuk bercerita di atas panggung megah Suara Nusantara. Baginya, festival ini memiliki konsep yang menarik karena tidak hanya berpusat di satu daerah, tapi hadir dengan menjangkau berbagai provinsi di Indonesia.

“Senang sekali bisa datang ke sini dan kembali bisa bercerita di atas panggung megah Suara Nusantara. Acaranya sangat keren karena bisa berkeliling dari satu provinsi ke provinsi lain, tidak hanya stay di satu provinsi,” ujar Dinda.

Menurutnya, konsep tersebut memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk menemukan sekaligus mengembangkan kemampuan mendongeng yang mungkin selama ini belum pernah ditampilkan. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa, hingga para guru juga dapat mengeksplorasi bakat terpendam mereka melalui panggung yang disediakan.

“Kita jadi bisa mengembangkan dan tahu bakat terpendam anak-anak dan orang dewasa, bahkan bapak ibu guru juga bisa mengeksplorasi bakat terpendam kita karena diberi wadah panggung yang sangat luar biasa dan megah ini,” tuturnya.

Dinda berharap Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara dapat terus hadir di provinsi-provinsi lainnya. Ia menilai keberadaan festival seperti ini penting untuk membuka ruang bagi siapa saja yang ingin belajar, tampil, dan mengembangkan kemampuan dalam seni mendongeng.

Terlebih, kategori umum dalam festival tersebut tidak memberikan batasan usia sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Menurut Dinda, keterbukaan tersebut menjadi salah satu hal menarik karena mendongeng bukan hanya milik anak-anak, tapi juga dapat menjadi ruang berekspresi bagi orang dewasa.

“Berharapnya semoga bisa berada di provinsi lainnya dan tetap bisa mengembangkan bakat anak-anak dan orang dewasa, karena kategori umum ini tidak dibatasi umur. Siapa saja boleh dan bisa mendaftar,” katanya.

Kehadiran Dinda di babak grand final sekaligus memperlihatkan bahwa Festival Mendongeng Suara Nusantara bukan sekadar ajang kompetisi. Lebih dari itu, festival ini menjadi ruang pertemuan, berbagi pengalaman, dan tumbuh bersama bagi para pencinta dongeng dari berbagai kalangan.