Hafidz Muksin Apresiasi Festival Suara Nusantara: Tingkatkan Literasi Sekaligus Lestarikan Bahasa Daerah

Navaswara.com — Babak Semifinal Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat resmi digelar di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/08/2026).

Penyelenggaraan festival yang mengangkat kekayaan cerita rakyat dan budaya daerah ini mendapat dukungan penuh dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan budaya baca dan literasi sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Suara Nusantara yang menjadi mitra strategis dari pemerintah dalam rangka meningkatkan budaya baca, literasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Hafidz.

Literasi Tak Sekadar Membaca dan Menulis

Dalam sambutannya, Hafidz memberikan motivasi kepada para peserta Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat mengenai pentingnya literasi dalam pembangunan sumber daya manusia.

Ia menilai kemampuan literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis, tapi juga mencakup kemampuan memahami informasi yang dibaca.

Menurutnya, kemampuan bertutur juga merupakan bagian penting dari literasi. Oleh karena itu, kegiatan mendongeng dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan tersebut sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah.

Ia secara khusus mengapresiasi pilihan Festival Suara Nusantara yang mengangkat cerita rakyat dan bahasa Sunda. Menurut Hafidz, kegiatan semacam ini memiliki manfaat ganda karena dapat meningkatkan kemampuan literasi masyarakat sekaligus membantu melestarikan bahasa daerah.

“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah,” tambahnya.

Hafidz berharap kegiatan yang diinisiasi oleh Cahaya Manthovani ini bisa terus dikembangkan dan memiliki jangkauan yang semakin luas.

Tak sampai di situ, ia juga mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat terhadap festival yang tahun ini diikuti oleh 1.120 peserta.

Diikuti 1.120 Peserta dari Jawa Barat

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat mengusung tema “Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan”. Kegiatan ini terbuka secara gratis bagi pelajar, mahasiswa, guru, serta masyarakat umum di Jawa Barat.

Festival ini diselenggarakan oleh PT Navaswara Buana Kencana bersama Navaswara Media Nusantara. Pelaksanaannya turut mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Pemerintah Kabupaten Bogor.

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 1.120 orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Jawa Barat dan mengikuti rangkaian seleksi sebelum akhirnya terpilih 40 pendongeng terbaik untuk tampil dalam babak semifinal.

Ke-40 peserta tersebut berasal dari 16 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Mereka bersaing dalam empat kategori yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan serta latar belakang peserta.

Keempat kategori tersebut adalah Benih Nusantara untuk jenjang SD/MI, Tunas Nusantara (SMP/MTs) , Kuntum Nusantara (SMA/SMK/MA) , serta Ranting Nusantara (mahasiswa, guru, dan umum).

Melalui kemampuan bertutur, para peserta tidak hanya ditantang untuk menyampaikan sebuah cerita, tapi juga menghidupkan karakter, nilai, dan pesan yang terkandung di dalamnya. Cerita rakyat Jawa Barat pun mendapatkan ruang untuk kembali dekat dengan generasi muda.