Bukan Sekadar Lomba, Kak Aio Sebut Mendongeng Jadi Cara Anak Lestarikan Budaya

Navaswara.com — Menjadi salah satu juri tamu pada babak grand final Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat, Ario atau yang akrab disapa Kak Aio memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival yang dinilainya memiliki dampak positif bagi anak-anak sekaligus menjadi ruang untuk berkontribusi dalam pelestarian budaya.

Pendongeng internasional sekaligus penulis cerita anak tersebut menilai kegiatan mendongeng bukan sekadar aktivitas untuk menghibur. Lebih dari itu, mendongeng dapat menjadi sarana bagi anak-anak agar bisa mengenal, mencintai, sekaligus turut menjaga keberadaan cerita rakyat sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Kak Aio juga memberikan pujian terhadap pelaksanaan Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat. Setelah memperhatikan penyelenggaraan Suara Nusantara di Banten dan Jakarta, ia menilai festival ini memiliki proses penyelenggaraan yang rapi, termasuk dalam pelaksanaan lomba dan proses penjurian.

Menurutnya, hasil perlombaan yang terlihat selaras dengan proses penilaian menjadi salah satu indikator bahwa mekanisme penjurian berlangsung secara objektif. Ia pun mengapresiasi adanya ruang bagi anak-anak dan peserta dari berbagai kategori untuk tampil serta menunjukkan kemampuan mereka dalam mendongeng.

“Kalau dilihat hasilnya, dibandingkan dari penjuriannya sangat terlihat objektif dari juri-jurinya. Ini memberikan ruang yang sangat baik untuk anak-anak,” ujar Kak Aio.

Ia berharap Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara dapat terus diselenggarakan dan berkembang menjadi sebuah festival yang semakin terbuka bagi masyarakat. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan semacam ini penting agar semakin banyak anak dan masyarakat yang memiliki kesempatan untuk mengenal cerita rakyat secara lebih dekat.

Selain penyelenggaraan secara rutin, Kak Aio juga berharap adanya dokumentasi dan publikasi terhadap karya para peserta, khususnya para pemenang. Dokumentasi tersebut, menurutnya, dapat disebarluaskan kepada masyarakat sehingga hasil mendongeng yang ditampilkan dalam festival tidak berhenti setelah perlombaan berakhir.

“Harapannya semoga nanti akan ada pendokumentasian dan disebarkan untuk umum, jadi bisa menyebarkan hasil mendongeng dan para pemenangnya agar semakin banyak yang tahu,” katanya.

Ia menilai dokumentasi tersebut juga dapat membantu memperluas akses terhadap cerita rakyat. Terlebih, cerita rakyat masih banyak dicari oleh masyarakat, termasuk anak-anak sekolah yang membutuhkan referensi mengenai kekayaan budaya Indonesia.

Kepada para peserta, Kak Aio berpesan agar semangat mendongeng tidak berhenti ketika kompetisi selesai. Ia berharap festival ini dapat menjadi pemantik bagi peserta untuk terus berkarya, mengeksplorasi dunia cerita, serta terlibat dalam berbagai kegiatan literasi.

“Semoga kegiatan mendongengnya bukan hanya untuk perlombaan saja. Semoga kegiatan yang diadakan oleh Suara Nusantara ini bisa menjadi pemantik untuk terus berkarya di dunia cerita, terus mendongeng juga, ikut lebih banyak festival dan lomba yang lain atau bahkan ikut kegiatan literasi,” tuturnya.

Bagi Kak Aio, semangat tersebut menjadi bagian penting karena menjadi bagian dari tujuan pelestarian budaya. Sebab, ketika anak-anak terus bercerita dan mengenalkan cerita rakyat kepada orang lain, warisan budaya Indonesia tidak hanya tersimpan sebagai catatan masa lalu, tapi tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.