Cerita Rakyat Sunda Kembali Dikenal, Pendamping Peserta Apresiasi Festival Mendongeng Suara Nusantara

Navaswara.com — Dukungan terhadap Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat tidak hanya datang dari tokoh-tokoh penting dan jajaran dewan juri, tapi juga dari para pendamping peserta yang turut menyaksikan langsung semarak kompetisi tersebut. ,

Bagi mereka, festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang bagi anak-anak untuk mengenal, mencintai, sekaligus bangga terhadap kekayaan cerita rakyat Nusantara.

Salah satunya disampaikan Risa Meinan, pendamping peserta asal Kabupaten Ciamis. Ia mengaku membimbing anaknya sendiri untuk mengikuti lomba mendongeng tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Menurutnya, pengalaman mengikuti festival di Kabupaten Bogor memberikan kesan yang sangat positif.

“Sukses terus untuk Suara Nusantara. Pendapat saya karena baru kali ini saya mengunjungi Kabupaten Bogor, alhamdulillah sangat-sangat luar biasa acaranya, dikemas dengan apik dan luar biasa,” ujar Risa.

Apresiasi serupa disampaikan Ai Koraliati, guru SMA Negeri 1 Lembang yang turut mendampingi peserta dari sekolahnya. Ia mengaku antusias karena pelaksanaan festival ternyata jauh dari ekspektasinya.

“Saya excited sekali, ternyata acara ini di luar dugaan kami, sangat luar biasa. Kami sampai di sini alhamdulillah,” tuturnya.

Ai sendiri awalnya sudah memasuki masa pensiun. Namun, pihak sekolah kemudian memintanya untuk kembali mendampingi peserta dalam festival ini. Berbekal pengalamannya memahami karakteristik mendongeng, ia kemudian membantu menemukan peserta yang dinilai memiliki potensi.

Menurut Ai, mendongeng memiliki ciri khas tersendiri, salah satunya dapat dipadukan dengan nembang atau bernyanyi. Hal tersebut pula yang membuatnya menilai Khanza Febriniasuri memiliki kecocokan membawakan kisah “Nyai Anteh”.

Kemampuan vokal Khanza dinilai menjadi kekuatan yang dapat membuat penampilannya semakin menarik sekaligus sesuai dengan karakter cerita. Benar saja, di bawah bimbingan dan arahan Ai, Khanza berhasil meraih juara 1 Kategori Kuntum Nusantara.

Meski demikian, baginya  tantangan terbesar dalam kompetisi ini adalah keterbatasan waktu. Peserta dituntut mampu menyampaikan cerita rakyat yang panjang hanya dalam waktu tiga menit.

Kondisi tersebut membuat pendongeng harus memiliki kemampuan memilih bagian penting cerita, mengatur tempo, sekaligus membangun emosi penonton secara efektif.

Ai pun mengapresiasi konsep Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat. Ia berharap kegiatan yang digagas Navaswara tersebut dapat terus dipertahankan dan dikembangkan agar semakin banyak anak mengenal cerita rakyat daerahnya.

“Acara ini sangat bagus, anak-anak yang tadinya tidak mengenal cerita rakyat Sunda, sekarang jadi tahu. Lalu sedikit demi sedikit mereka akan jatuh cinta dan bangga dengan kekayaan literasi kita,” ungkapnya.

Menurut Ai, festival semacam ini memiliki peran penting dalam memperkenalkan kembali cerita rakyat kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan. Ia pun berharap semangat tersebut terus berlanjut sehingga cerita rakyat tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi tetap hidup dan dekat dengan generasi masa kini.

“Semangat terus untuk Navaswara. Saya berharap acara ini bisa dipertahankan dan lebih memotivasi anak-anak. Selamat untuk acara ini, sukses banget,” pungkasnya.