Navaswara.com — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja, ruang kelas dituntut tidak lagi sekadar menjadi tempat menyampaikan materi pelajaran. Sekolah kini ditantang untuk melahirkan generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan berani mencari solusi atas persoalan yang dihadapi. Namun, transformasi itu tidak mungkin terjadi tanpa peran guru sebagai penggerak utama proses pembelajaran.
Berangkat dari semangat tersebut, Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menghadirkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Pelatihan Pembelajaran Berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) bagi guru sekolah dasar di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan yang berlangsung pada 17 Juli 2026 di SDN Gadingan 3 ini diikuti oleh perwakilan guru kelas IV, V, dan VI dari 24 sekolah dasar. Lebih dari sekadar pelatihan, program tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Mengusung tema “Mendorong Pembelajaran Aktif, Kontekstual, dan Inovatif untuk Siswa SD”, pelatihan dirancang untuk membantu para guru memahami bagaimana sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dapat diintegrasikan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menantang rasa ingin tahu siswa.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta, Dr. Ir. Hendry B.H. Sitorus, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pendekatan STEM merupakan salah satu cara untuk membawa pembelajaran keluar dari pola hafalan menuju pengalaman yang lebih bermakna.
“Pembelajaran STEM tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi. Yang lebih penting adalah bagaimana peserta didik mampu berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, berkomunikasi, serta memiliki kemampuan memecahkan masalah yang akan mereka hadapi di masa depan,” ujarnya.
Menurut Hendry, guru memiliki peran sentral dalam membangun budaya inovasi di sekolah. Karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu memperkaya wawasan para pendidik dalam merancang pembelajaran yang lebih menarik dan berpusat pada peserta didik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta doa bersama. Selanjutnya para peserta mengikuti pre-test untuk memetakan pemahaman awal mengenai konsep STEM sebelum memasuki sesi pelatihan.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Tim dosen UPNVJ memperkenalkan konsep dasar STEM beserta implementasinya dalam Kurikulum Merdeka. Para guru diajak memahami bagaimana pembelajaran dapat dikaitkan dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar melalui aktivitas berbasis proyek, pemanfaatan potensi lokal, serta integrasi empat disiplin ilmu dalam satu proses belajar.
Tidak berhenti pada pemaparan teori, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai kit STEM yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah. Mereka diberi kesempatan mencoba secara langsung alat-alat tersebut sehingga memperoleh gambaran nyata bagaimana aktivitas pembelajaran dapat dikembangkan di kelas.
Sesi praktik menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta. Para guru tidak hanya mengamati demonstrasi, tetapi juga melakukan simulasi menggunakan platform pembelajaran digital yang telah disiapkan oleh tim pengabdian. Dengan pendampingan dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik UPNVJ, peserta mencoba berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif.

Diskusi pun berlangsung hangat. Para guru saling bertukar pengalaman mengenai tantangan mengajar di sekolah masing-masing, mulai dari keterbatasan sarana hingga cara menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter peserta didik. Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya keinginan para pendidik untuk terus belajar dan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa.
Di akhir kegiatan, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bagian dari evaluasi untuk melihat peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Kabupaten Indramayu, Hj. Rutesih, M.Pd. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi dalam mendampingi guru merupakan bentuk kolaborasi yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta. Materi dan pengalaman yang diberikan sangat bermanfaat bagi para guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Indramayu,” katanya.

Bagi UPNVJ, pengabdian kepada masyarakat bukan hanya tentang menyelenggarakan pelatihan satu hari. Yang lebih penting adalah membangun kolaborasi jangka panjang antara perguruan tinggi dan sekolah agar inovasi pembelajaran terus berkembang seiring perubahan zaman.
Melalui program ini, UPNVJ berharap para guru mampu mengimplementasikan pendekatan STEM di ruang kelas sehingga pembelajaran tidak lagi sekadar berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong siswa berpikir, bereksperimen, berkolaborasi, dan menemukan solusi atas berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Di era ketika kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kompetensi terpenting, investasi terbaik memang dimulai dari guru. Sebab dari tangan para pendidik yang terus belajar, lahirlah generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan pengetahuan, kreativitas, dan keberanian untuk berinovasi.
