Kolaborasi Tujuh Fakultas, UPNVJ Wujudkan Sustainable Village di Baduy Luar untuk Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan

Navaswara.com – Pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau kunjungan singkat. Lebih dari itu, pengabdian harus mampu meninggalkan manfaat yang terus tumbuh, berkembang, dan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Semangat inilah yang menjadi landasan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPNVJ dalam menyelenggarakan program Sustainable Village Baduy Luar 2026 di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada 18–27 Juli 2026.

Mengusung konsep pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, program ini melibatkan tujuh fakultas yang berkolaborasi dalam empat bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Pendekatan multidisiplin tersebut menjadi cerminan komitmen UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara yang tidak hanya menghadirkan solusi sesaat, tetapi juga membangun fondasi perubahan yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat secara mandiri.

Bagi masyarakat Baduy Luar, program ini bukan sekadar kedatangan mahasiswa dengan berbagai kegiatan sosial. Kehadiran civitas akademika UPNVJ menjadi ruang belajar bersama, tempat bertukar gagasan, sekaligus momentum memperkuat potensi masyarakat melalui pendekatan yang menghormati budaya lokal dan kebutuhan nyata di lapangan.

Bidang Pengembangan Pendidikan digagas oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bersama Fakultas Hukum. Selama tiga hari, anak-anak Baduy Luar berusia 5 hingga 12 tahun diajak mengikuti pembelajaran nonformal yang dikemas secara interaktif.

Melalui media pembelajaran Smart Box, anak-anak dikenalkan pada pentingnya menjaga ekosistem hutan, memahami pemilahan sampah, hingga membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Materi tersebut kemudian dipadukan dengan berbagai aktivitas kreatif seperti membuat ecoprint, merancang tempat pensil dari limbah plastik yang telah dikumpulkan panitia, bernyanyi bersama, hingga berbagai permainan edukatif.

Suasana belajar yang santai dan menyenangkan membuat anak-anak lebih antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hal itu terlihat dari tingginya tingkat partisipasi yang mencapai 111 akumulasi kehadiran, jauh melampaui target awal sebanyak 45 peserta.

Program pendidikan juga menyasar masyarakat dewasa, khususnya pelaku usaha. Sebanyak sepuluh warga mendapatkan pelatihan mengenai public speaking dan komunikasi digital agar mampu berinteraksi lebih percaya diri dengan wisatawan sekaligus mengenalkan produk lokal melalui media digital.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara mengenai ruang kelas, tetapi juga membangun keterampilan hidup yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Di bidang kesehatan, Fakultas Kedokteran bersama Fakultas Ilmu Kesehatan menghadirkan program yang disesuaikan dengan karakteristik kehidupan masyarakat Baduy Luar.

Sebagian besar warga masih menjalankan aktivitas bertani dan berkebun setiap hari. Aktivitas tersebut memiliki risiko tersendiri, salah satunya kemungkinan bertemu ular di area perkebunan. Karena itu, tim memberikan edukasi mengenai pertolongan pertama pada kasus gigitan ular kepada 16 warga.

Materi yang diberikan meliputi tindakan awal setelah gigitan, tanda-tanda kondisi berbahaya, hingga pentingnya segera memperoleh penanganan medis.

Selain edukasi, tim juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap 44 warga melalui skrining tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, kolesterol, dan asam urat.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya beberapa warga dengan kadar gula darah maupun asam urat yang cukup tinggi meskipun belum merasakan keluhan berarti. Seluruh hasil skrining kemudian disampaikan kepada Puskesmas Cisimeut sebagai bahan tindak lanjut pelayanan kesehatan masyarakat.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif melalui deteksi dini dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatannya.

Transformasi digital menjadi fokus Bidang Pengembangan Ekonomi yang dilaksanakan Fakultas Ilmu Komputer bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Sebanyak 26 pelaku UMKM mendapatkan pendampingan mengenai pemanfaatan QRIS, e-commerce, hingga penyusunan katalog digital sebagai media promosi usaha.

Hasilnya cukup menggembirakan. Tim berhasil memfasilitasi pembuatan 13 QRIS, 14 akun e-commerce, serta tiga katalog digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperluas akses pemasaran.

Meski demikian, tim menyadari bahwa digitalisasi bukan hanya soal membuat akun atau memasang katalog produk. Keberhasilan usaha di ruang digital juga bergantung pada kemampuan pelaku UMKM mengelola akun secara konsisten, memperbarui produk, membangun komunikasi dengan pelanggan, hingga menghasilkan konten yang menarik.

Karena itu, pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi usaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Bidang Lingkungan yang digagas Fakultas Teknik menghadirkan solusi terhadap persoalan pengelolaan sampah yang mulai menjadi tantangan di kawasan Baduy Luar.

Tim mengembangkan dan menerapkan dua unit insinerator minim asap sebagai alternatif pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan. Bersamaan dengan itu, mahasiswa juga melakukan aksi bersih lingkungan yang berhasil mengumpulkan sekitar tujuh karung sampah.

Tidak berhenti pada aksi bersih-bersih, tim melakukan edukasi secara door to door mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik kepada masyarakat sekitar.

Namun demikian, mahasiswa menyadari bahwa keberadaan teknologi hanyalah salah satu bagian dari solusi. Perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah tetap menjadi faktor utama agar sistem tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Bagi UPNVJ, Sustainable Village Baduy Luar 2026 bukanlah sekadar agenda pengabdian tahunan yang selesai ketika mahasiswa kembali ke kampus.

Program ini dirancang agar setiap pengetahuan yang dibagikan, setiap keterampilan yang diajarkan, dan setiap fasilitas yang diberikan mampu menjadi modal bagi masyarakat untuk terus berkembang sesuai kebutuhan mereka sendiri.

Kolaborasi tujuh fakultas memperlihatkan bahwa tantangan pembangunan masyarakat tidak dapat diselesaikan melalui satu disiplin ilmu saja. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan saling berkaitan dalam membangun kualitas hidup masyarakat secara utuh.

Dari Desa Kanekes, UPNVJ menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah tentang hadir, mendengar, belajar bersama, dan meninggalkan sesuatu yang dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat. Langkah-langkah kecil yang dilakukan selama sepuluh hari di Baduy Luar diharapkan menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju masyarakat yang lebih mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.