Ansori Oke Berikan Apresiasi Tinggi untuk Seluruh Peserta Festival Mendongeng Suara Nusantara

Navaswara.com — Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat mendapat dukungan dari Ansori atau yang lebih dikenal dengan Ansori Oke dari Komunitas Dongeng Kota Hujan. Selain aktif dalam komunitas dongeng, Ansori juga menjabat sebagai Ketua Umum Kampung Dongeng Indonesia.

Turut terlibat sebagai juri tamu dalam babak semifinal, Ansori menilai penyelenggaraan Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 merupakan kegiatan yang sangat positif, terutama bagi anak-anak. Menurutnya, mendongeng tidak sekadar menjadi aktivitas hiburan, tapi juga dapat memberikan stimulasi yang baik terhadap perkembangan karakter anak.

Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berani tampil di hadapan publik dengan penuh semangat. Menurut Ansori, penampilan para peserta menunjukkan kesungguhan mereka dalam menghidupkan cerita sekaligus memperkenalkan kekayaan cerita rakyat dari berbagai daerah di Jawa Barat.

“Kegiatan hari ini luar biasa keren, seluruh peserta menampilkan yang terbaik dari seluruh daerah di Jawa Barat. Lebih dari seribu peserta berkompetisi di acara ini. Pokoknya, semoga Suara Nusantara tetap konsisten dan semoga bisa menjelajah ke seluruh penjuru Indonesia,” ujar Ansori.

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat sendiri berhasil menghimpun sebanyak 1.120 peserta yang mengikuti rangkaian kompetisi. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 40 pendongeng terbaik dari 16 kabupaten dan kota di Jawa Barat berkesempatan tampil dalam babak semifinal.

Ke-40 peserta tersebut bersaing dalam empat kategori yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan serta latar belakang peserta. Mereka ditantang untuk menunjukkan kemampuan dalam membawakan cerita rakyat secara kreatif, menarik, dan mampu menghidupkan kisah di hadapan penonton maupun dewan juri.

Dari babak semifinal, sebanyak 20 finalis terbaik kemudian melaju ke babak penentuan untuk memperebutkan gelar juara. Keempat kategori tersebut meliputi Benih Nusantara untuk peserta jenjang SD/MI, Tunas Nusantara (SMP/MTs), Kuntum Nusantara (SMA/SMK/MA), serta Ranting Nusantara (mahasiswa, guru, dan masyarakat umum).

Bagi Ansori, hadirnya festival semacam ini menjadi ruang penting untuk menjaga keberadaan dongeng dan cerita rakyat di tengah perkembangan zaman. Melalui panggung kompetisi, anak-anak dan generasi muda tidak hanya belajar bercerita, tetapi juga mengenal nilai, budaya, serta kearifan yang terkandung dalam cerita rakyat Nusantara.

Dukungan tersebut sekaligus menjadi harapan agar Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia. Dengan demikian, tradisi mendongeng dapat terus hidup sekaligus menjadi sarana membangun karakter generasi muda melalui cerita yang dekat dengan kekayaan budaya bangsa.