BNI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Beroperasi

Navaswara.com – Di tengah duka yang masih menyelimuti masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores, berbagai pihak terus bergerak memberikan dukungan kemanusiaan. Tidak hanya pemerintah dan unsur kebencanaan, dunia usaha pun mengambil bagian dalam membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak. Salah satunya dilakukan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang segera menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus memastikan layanan perbankan tetap berjalan bagi masyarakat.

Bagi ribuan warga yang kini masih berada di lokasi pengungsian, kebutuhan akan pangan, air bersih, perlengkapan bayi, hingga layanan keuangan menjadi bagian penting dalam proses bertahan di masa tanggap darurat. Menyadari kondisi tersebut, BNI bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan tahap awal yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, sejak awal BNI berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta berbagai pemangku kepentingan guna mengidentifikasi kebutuhan yang paling mendesak di lapangan. Pendekatan tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat dan dapat segera dimanfaatkan oleh para penyintas.

Menurut Okki, BNI turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Nusa Tenggara Timur. Dalam situasi darurat, katanya, kecepatan dan ketepatan penyaluran bantuan menjadi faktor penting agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.

Melalui program BNI Berbagi, perusahaan menyalurkan berbagai kebutuhan pokok, antara lain air mineral, beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, biskuit, popok bayi, serta peralatan dapur. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng, untuk mendukung kebutuhan konsumsi para pengungsi maupun masyarakat yang masih bertahan di sekitar lokasi bencana.

BNI menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan merupakan langkah terakhir. Perusahaan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah maupun BPBD untuk menentukan bentuk dukungan lanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pendekatan bertahap ini diharapkan membuat bantuan dapat terus mengalir selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana berlangsung. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan pada fase awal, tetapi juga tetap mendapatkan dukungan ketika memasuki tahap rehabilitasi dan pemulihan kehidupan sosial maupun ekonomi.

Dukungan BNI juga menjadi bagian dari sinergi Keluarga Besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia dalam mempercepat penanganan dampak bencana secara terpadu, cepat, dan tepat sasaran. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana memerlukan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

Layanan Perbankan Tetap Berjalan

Di samping menyalurkan bantuan kemanusiaan, BNI juga memastikan layanan perbankan tetap dapat diakses masyarakat selama masa tanggap darurat. Langkah ini menjadi penting mengingat layanan perbankan dibutuhkan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari transaksi keuangan, penerimaan bantuan, hingga aktivitas ekonomi sehari-hari.

Dari 25 outlet BNI yang berada di wilayah Ende dan Maumere, sebanyak 24 kantor tetap beroperasi seperti biasa. Sementara itu, Kantor Cabang Pembantu (KCP) Borong untuk sementara belum dapat melayani nasabah karena bangunan mengalami keretakan akibat gempa dan memerlukan pemeriksaan serta perbaikan sebelum kembali digunakan.

Untuk mendukung kebutuhan transaksi masyarakat, BNI juga memastikan jaringan ATM tetap berfungsi secara optimal. Dari 67 mesin ATM yang berada di wilayah tersebut, sebanyak 65 mesin masih beroperasi, sedangkan dua mesin ATM yang berada di KCP Borong untuk sementara dihentikan operasionalnya mengikuti kondisi bangunan.

Sebagai bagian dari Business Continuity Plan (BCP), BNI menghadirkan layanan O-Branch atau kantor layanan bergerak guna melayani kebutuhan transaksi nasabah KCP Borong selama proses perbaikan berlangsung. Selain itu, masyarakat juga tetap dapat mengakses layanan melalui kantor cabang BNI terdekat maupun berbagai kanal elektronik dan digital yang telah tersedia.

Menurut Okki Rushartomo, keselamatan pegawai dan nasabah tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang dilakukan perusahaan. Oleh karena itu, normalisasi operasional KCP Borong baru akan dilakukan setelah kondisi bangunan dinyatakan aman untuk kembali digunakan.

BNI juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung proses penanganan bencana melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, kondisi di wilayah terdampak dapat segera pulih sehingga masyarakat kembali dapat menjalankan aktivitas secara normal.

Di tengah situasi sulit yang masih dihadapi masyarakat Nusa Tenggara Timur, kehadiran bantuan kemanusiaan serta terjaganya layanan publik, termasuk layanan perbankan, menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan. Tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, keberlangsungan layanan keuangan juga membantu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat agar tetap berjalan di tengah masa tanggap darurat.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan berbagai pihak, termasuk BNI, menjadi pengingat bahwa penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Ketika negara, dunia usaha, dan masyarakat bergerak dalam satu langkah, harapan untuk bangkit dari bencana akan semakin besar.