Navaswara.com – Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) memperkuat upaya pemenuhan gizi bagi anak berkebutuhan khusus melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan bersama Grab-OVO. Program berbasis tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tersebut menyasar Sekolah Khusus Negeri (SKN) 01 Balaraja, Kabupaten Tangerang, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Memuliakan Sesama (Gernas Mulia), Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Pendiri YIPB sekaligus Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, mitra UMKM, mitra pengemudi Grab-OVO, serta orang tua murid.
Pendiri Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) Prof. Dr. Reda Manthovani mengatakan, akses terhadap makanan bergizi memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan, kemampuan belajar, dan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Karena itu, YIPB mendorong kolaborasi lintas sektor agar kelompok rentan memperoleh layanan yang setara.
“Bagi anak-anak, khususnya anak berkebutuhan khusus, akses terhadap makanan bergizi bukan hanya terkait pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kesehatan, kemampuan belajar, dan tumbuh kembang mereka,” kata Prof. Reda.
Menurut Prof. Reda, pelaksanaan program turut diperkuat dengan pemanfaatan teknologi sehingga proses penyediaan makanan dapat dipantau sejak diproduksi oleh mitra UMKM hingga diterima di sekolah. Sistem tersebut memberikan kepastian bahwa makanan yang dibagikan memenuhi standar keamanan pangan.

Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa Cahaya Manthovani mengatakan pemenuhan gizi perlu berjalan seiring dengan terciptanya lingkungan yang menerima dan mendukung anak berkebutuhan khusus. Menurut dia, setiap anak memiliki potensi, bakat, serta cara belajar yang berbeda sehingga membutuhkan kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Kami selalu berkomitmen memuliakan dan memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus. Semangat Gernas Mulia pada peringatan 24 tahun Gernas APU-PPT mengajak kita untuk memuliakan sesama sebagai bentuk bela negara yang paling hakiki, sejalan dengan Asta Cita Presiden,” ujar Cahaya.
Cahaya mengatakan YIPB meyakini setiap anak berhak memperoleh makanan bergizi sebagai bekal untuk tumbuh dan belajar. Karena itu, kolaborasi bersama Grab-OVO dan para donatur menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Program MBG CSR Swasta bersama Grab-OVO dan para donatur, kata Cahaya, telah berjalan lebih dari satu tahun dan diharapkan terus berlanjut untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menghilangkan stigma terhadap penyandang disabilitas serta memperluas ruang inklusi di berbagai bidang.
“Kami berharap dukungan pemerintah daerah, para mitra, donatur, tenaga pendidik, dan masyarakat dapat terus berlanjut agar semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan hidup, belajar, berkarya, dan berbahagia,” kata Cahaya.
Program MBG Grab-OVO juga melibatkan UMKM lokal sebagai penyedia makanan. Seluruh proses operasional didukung sistem pemantauan digital yang mendokumentasikan kesiapan dapur, distribusi, hingga penerimaan makanan di sekolah sebagai bagian dari evaluasi program.
Sejak diluncurkan pada September 2024, Program MBG Grab-OVO bersama YIPB telah menjangkau 36 sekolah, termasuk sekolah khusus, dengan lebih dari 5.000 penerima manfaat. Program tersebut turut melibatkan 34 mitra UMKM dan kantin sekolah serta 32 mitra pengemudi di 12 kota dan kabupaten.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya YIPB memperluas akses makanan bergizi bagi anak berkebutuhan khusus sekaligus mendorong keterlibatan dunia usaha dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

