Cahaya Manthovani: Festival Colour of Indonesia Jadi Ruang Anak Berkarya Lewat Seni

Navaswara.com – Festival seni dan kreativitas anak bertajuk “Colour of Indonesia: Cita Anak Bangsa dalam Warna Kemerdekaan” digelar di Habitat Park, SCBD, Jakarta, Sabtu (1/8). Kegiatan yang diselenggarakan PT Tempo Inti Media Impresario itu menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari lomba menggambar dan melukis, pertunjukan seni, sesi edukasi, hingga aktivitas interaktif yang melibatkan anak, keluarga, dan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak didorong untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengembangkan bakat mereka melalui seni.

Dalam pembukaan acara, Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani, Direktur Tempo Impresario Ali Nur Yasin, Managing Director Navaswara Cahaya Manthovani, dan Government Relations MIND ID Sulyani Fitri turut melukis bersama. Aksi tersebut menjadi simbol dukungan terhadap pengembangan kreativitas anak sekaligus semangat menghadirkan ruang berekspresi yang inklusif.

Kompetisi dibagi ke dalam dua kategori, yakni lomba menggambar untuk peserta umum usia 8-12 tahun serta lomba melukis bagi peserta umum maupun difabel usia 13-16 tahun. Para pemenang berhak memperoleh uang apresiasi, piagam penghargaan, dan sertifikat.

Penilaian lomba dilakukan oleh tiga juri dari kalangan seniman dan ilustrator, yaitu kartunis senior Tempo Imam Yuni, Senior Designer & Illustrator Tempo Kendra Paramitha, serta seniman mural sekaligus dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Guntur Wibowo.

Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana sekaligus penggagas Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara Cahaya Manthovani mengatakan, seni dan budaya menjadi media penting bagi anak-anak untuk mengenal jati diri sekaligus membangun rasa percaya diri.

“Melalui seni dan budaya, anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga menemukan jati diri mereka. Karena itu kami terus menghadirkan ruang agar anak-anak Indonesia bisa mengenal, mencintai, dan menghidupkan kembali budaya bangsanya,” kata Cahaya.

Ia menjelaskan, Navaswara selama ini menggelar Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara sebagai ruang bagi anak-anak untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia. Festival tersebut telah diselenggarakan di DKI Jakarta dan Banten, serta akan diperluas ke Jawa Barat.

Menurut Cahaya, semangat yang diusung Colour of Indonesia sejalan dengan misi tersebut karena sama-sama memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi melalui karya.

“Kalau di Suara Nusantara anak-anak menghidupkan cerita rakyat lewat suara dan kata-kata, hari ini mereka menghidupkan cita-cita dan semangat kemerdekaan lewat warna dan kuas. Medianya berbeda, tetapi semangatnya sama, yaitu memberi ruang bagi anak-anak Indonesia untuk bermimpi dan berkarya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggara yang menghadirkan kategori umum dan difabel dalam satu ajang. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berekspresi, dan menunjukkan karya terbaiknya.

Cahaya berpesan kepada seluruh peserta agar tidak takut menunjukkan kreativitasnya.

“Jangan takut warna yang kalian pilih berbeda dari teman di sebelah. Jangan takut hasil karya kalian belum sempurna. Yang paling berharga bukan siapa yang menang, melainkan keberanian untuk mencoba,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi antara media, komunitas, sekolah, dan berbagai pihak yang peduli terhadap anak dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak ruang kreatif yang tersedia bagi generasi muda.

“Melalui Colour of Indonesia, saya berharap festival ini dapat menjadi ruang bagi anak-anak Indonesia untuk terus berkarya, mengembangkan kreativitas, dan merayakan keberagaman melalui seni,” pungkasnya.