Sering Burnout dan Insecure? Wardah Lightplus Ajak Gen Z ‘Touch Some Grass’ Lewat Piknik Estetik

Navaswara.com – Generasi Z (Gen Z) saat ini hidup dan bertumbuh di era digital yang serba cepat. Meski teknologi membawa banyak kemudahan, paparan media sosial yang tanpa henti kerap memicu kelelahan digital (digital fatigue), rasa cemas, hingga burnout. Menyadari bahwa kesehatan mental memiliki korelasi yang sangat erat dengan kondisi kulit wajah, Wardah merilis kampanye inovatif bertajuk “Lightplus Lightperience in 2026”.

Mengusung tema inspiratif A space where your skin and mind reside, acara ini dikemas secara estetik dalam konsep piknik yang menenangkan. Tujuannya adalah memberikan pengalaman interaksi dunia nyata (In Real Life/IRL) yang bermakna di tengah kepenatan rutinitas virtual.

Brand Representative Lightplus, Nastiti Prawitasari, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir murni dari realita kehidupan sehari-hari Gen Z.

“Terkadang kita terlalu banyak melihat media sosial yang akhirnya memicu depresi digital dan tekanan komparasi. Hidup ini rasanya berubah menjadi workplace yang penuh tekanan. Dari situ, kami berinovasi menciptakan sebuah ruang bagi Gen Z untuk menemukan kepribadian dan kondisi kulit mereka. Dikemas dalam tema piknik lengkap dengan kelas akting dan sesi journaling, harapannya acara ini bisa menjadi momen healing agar pikiran dan kulit kembali terasa ringan,” ujar Wita.

Korelasi Stres Digital dan Kesehatan Kulit

Dari kacamata psikologi, tren kecantikan saat ini memang sudah tidak bisa dipisahkan dari ranah wellness dan kesehatan mental. Mental Health Counselor, Sasya Sava, menjelaskan adanya fenomena emotional loop yang kerap dialami Gen Z akibat terlalu lama melakukan scrolling di layar ponsel.

“Setiap kali kita scroll konten, terjadi lonjakan dopamin dengan emosi yang terus berubah-ubah. Hal ini membuat otak jauh lebih lelah. Belum lagi adanya social comparison dan toxic productivity,” jelas Sasya.

Ia menekankan bahwa stres pikiran adalah musuh utama bagi kulit sehat. “Perlu diingat, ketika kondisi pikiran sedang tidak aman, kulit pun ikut tidak aman karena hormon kortisol naik. Hal ini bisa merusak fungsi skin barrier, memicu jerawat, hingga membuat penderita eksim sulit sembuh. Untuk itu, Gen Z butuh yang namanya 4th place, sebuah ruang komunitas yang melampaui lingkungan kerja atau pertemanan biasa, di mana mereka bisa merasakan sense of belonging tanpa merasa kesepian,” tambahnya.

Pentingnya Jeda dan “Touch Some Grass”

Sebagai representasi Gen Z, Xaviera Putri selaku Face of Lightplus, mengamini bahwa media sosial sering kali hanya menampilkan sisi terbaik yang sudah dikurasi dan difilter. Hal ini membuat banyak anak muda mudah terjebak dalam ilusi dan pikiran mereka sendiri.

“Aku sangat percaya bahwa comparison is the thief of joy. Membandingkan diri dengan pencapaian atau kecantikan orang lain adalah pencuri kebahagiaan kita. Kadang, kita butuh mematikan digital self kita untuk bertemu orang lain di dunia nyata, atau istilah kekiniannya touch some grass,” tutur Xaviera.

Menurutnya, hadir di acara komunal sangat membantu memulihkan energi. “Adanya komunitas dan acara offline yang mendukung seperti ini sangat membantu kita keluar dari ruang isolasi pikiran sendiri, meningkatkan self-esteem, dan memantik inspirasi baru untuk berkarya tanpa tekanan.”

Fokus pada “Skin Journey” Diri Sendiri

Dalam hal merawat kulit secara praktis, Skinfluencer dr. Iksanuddin Qothi mengingatkan agar Gen Z tidak terjebak pada standar kecantikan orang lain di internet. Sebagai makhluk komunal, wajar jika manusia terpengaruh oleh lingkungan, namun penanganan kulit tetap harus bersifat sangat personal.

“Prinsipnya, ketika kulit mengalami masalah seperti menjadi kemerahan atau sensitif, ketahui dulu akar permasalahannya dan perbaiki kondisi dasarnya. Tenangkan kulitnya dan pulihkan skin barrier-nya. Jangan membandingkan kondisi kulit (skin journey) kita dengan orang lain, tapi bandingkanlah dengan kondisi diri kita yang sebelumnya,” tegas dr. Iksanuddin.

Inovasi Skincare yang Potent dan Gentle

Guna merespons tantangan spesifik yang dialami Gen Z, Lightplus menghadirkan teknologi Bespoke Skin Dictionary yang inovatif. Fitur ini mengombinasikan Skin Concern Analysis, Personal Color Profile, dan Personality Match untuk memberikan rekomendasi yang presisi bagi setiap individu.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman kecantikan yang personal. Salah satu inovasi terbaru kami adalah Light Plus Sensitive Relief Low pH Face Wash. Kami merancangnya dengan Barrier First Defense Strategy yang memadukan Nano Ceramide, Probiotic D5, Centella Asiatica, Beta-glucan, dan Asam Amino. Prinsip formulasi kami selalu berpegang pada tiga hal: potent (berkhasiat optimal), gentle (lembut di kulit), dan proven (teruji secara klinis),” papar Nurani Istiqomah, Lightplus Research & Development Scientist.

Sebagai pelengkap, Nurani juga merekomendasikan penggunaan “12 Glowing Combo” yang memadukan Hydra Shot Intensive Moisturizer (mengandung Niacinamide dan Yellow PGA) dengan Light Skin Filter Cushion SPF 40 PA++. Kombinasi ini dirancang ringan (lightweight) namun memberikan proteksi yang tangguh bagi Gen Z yang gemar beraktivitas di luar ruangan.

Melihat antusiasme yang begitu masif, Nastiti memastikan bahwa kampanye Light+ Lightperience Picnic tidak akan berhenti di ibu kota saja. Rangkaian ruang interaktif ini rencananya akan menyapa Gen Z di berbagai kota dan universitas di seluruh Indonesia, membawa misi penting untuk menyelaraskan kecantikan kulit dan kedamaian pikiran secara seimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *