Saat Ikhtiar Menabung Mengantarkan Nasabah Menuju Baitullah

Navaswara.com – Senyum haru dan doa mengiringi keberangkatan puluhan calon jemaah menuju Tanah Suci. Bagi mereka, perjalanan ini bukan sekadar hadiah, melainkan buah dari kedisiplinan menabung dan merencanakan ibadah sejak dini. Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam membangun ekosistem haji dan umrah yang semakin kuat, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BSI memberangkatkan 50 nasabah pemenang Program Nabung Haji Berhadiah Umrah sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas nasabah sekaligus bagian dari strategi memperkuat layanan haji dan umrah secara end-to-end. Program ini juga menjadi salah satu pilar pertumbuhan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) perseroan.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, ekosistem haji dan umrah menjadi salah satu keunggulan utama BSI dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang tidak hanya memberikan nilai tambah bagi nasabah, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis perusahaan.

“Melalui program ini kami ingin memberikan apresiasi kepada nasabah yang konsisten mempersiapkan ibadah haji melalui Tabungan Haji BSI. Kami berharap semakin banyak masyarakat membangun kebiasaan menabung sejak dini agar memiliki kesiapan finansial saat memperoleh kesempatan berangkat ke Tanah Suci,” ujar Anton di Jakarta, Selasa (15/7/2026).

Hingga Mei 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tercatat mencapai Rp372 triliun atau tumbuh 16,74 persen secara tahunan (year on year). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh dominasi dana murah dengan rasio CASA sebesar 63,16 persen.

Dari total DPK tersebut, komposisi tabungan mencapai Rp165 triliun atau setara 44,35 persen. Sementara itu, Tabungan Haji BSI menjadi salah satu kontributor utama dengan nilai mencapai Rp16,25 triliun atau meningkat 17,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Anton menjelaskan, BSI terus membangun ekosistem haji dan umrah secara menyeluruh, mulai dari edukasi perencanaan keuangan, pembukaan rekening, pendaftaran haji, layanan digital, hingga berbagai solusi yang mendukung kesiapan finansial nasabah selama masa tunggu keberangkatan.

Sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia, Indonesia setiap tahun memperoleh kuota sekitar 221 ribu jemaah dari Pemerintah Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sekitar 172 ribu jemaah atau 84,7 persen merupakan nasabah Tabungan Haji BSI.

Minat masyarakat terhadap layanan haji BSI juga terus meningkat. Pada periode 2025–2026, jumlah pendaftar haji melalui BSI tumbuh 46,2 persen secara tahunan.

Transformasi digital turut menjadi pendorong pertumbuhan tersebut. Hingga 2026, sebanyak 27 persen pendaftaran haji dilakukan melalui aplikasi BYOND by BSI, memperlihatkan semakin tingginya adopsi layanan digital dalam mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.

Mengacu pada data Kementerian Haji dan Umrah, daftar tunggu haji Indonesia kini mencapai sekitar 5,5 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,4 juta calon jemaah atau 62,34 persen merupakan nasabah Tabungan Haji BSI yang masih menunggu jadwal keberangkatan.

Menurut Anton, panjangnya masa tunggu haji membuat masyarakat perlu menyiapkan perencanaan keuangan secara lebih matang, terutama untuk mengantisipasi potensi kenaikan biaya perjalanan ibadah haji akibat inflasi dan dinamika nilai tukar di masa mendatang.

“Masa tunggu haji yang panjang perlu dipersiapkan secara matang. Masyarakat perlu terus menabung untuk memenuhi kebutuhan biaya pelunasan haji, mengingat dalam 15 hingga 25 tahun ke depan biaya perjalanan ibadah haji berpotensi meningkat seiring inflasi dan dinamika nilai tukar,” katanya.

Untuk memperkuat budaya menabung, BSI menghadirkan berbagai inovasi, di antaranya fasilitas autodebet Tabungan Haji mulai Rp100 ribu per bulan, program blokir dana Mabrur Extra Rezeki (MAXI), serta Program Tabungan Haji Berhadiah Umrah.

Program Nabung Haji Berhadiah Umrah yang berlangsung pada Agustus hingga Desember 2025 dirancang untuk mendorong masyarakat membangun disiplin finansial melalui kebiasaan menabung secara rutin sehingga dana pelunasan haji dapat dipersiapkan sejak awal.

Sebanyak 50 nasabah pemenang program tersebut diberangkatkan umrah bekerja sama dengan NRA Group, mitra travel resmi BSI yang ditunjuk melalui proses seleksi dan evaluasi guna memastikan kualitas pelayanan, kenyamanan, serta kelancaran pelaksanaan ibadah.

Di luar aspek bisnis, penguatan ekosistem haji dan umrah juga memberikan dampak sosial yang luas. Semakin banyak masyarakat yang memiliki perencanaan keuangan syariah sejak dini tidak hanya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah nasional, tetapi juga menciptakan sumber pendanaan yang stabil bagi industri perbankan syariah untuk mendukung pembiayaan sektor produktif dan pengembangan ekonomi nasional.

Dengan strategi tersebut, BSI optimistis mampu memperkokoh posisinya sebagai pemimpin ekosistem keuangan syariah nasional sekaligus menjaga pertumbuhan dana murah yang berkelanjutan melalui basis tabungan masyarakat yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *