Navaswara.com — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperluas transformasi digital dengan menyasar ekosistem pasar tradisional melalui pembukaan Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak) BSI sebagai upaya mendekatkan layanan perbankan syariah kepada masyarakat dan pelaku usaha ritel.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Tanah Air.
“Kami terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, salah satunya dengan memperluas akses jaringan layanan BSI di masyarakat. Tahun ini kami menyasar ekosistem pasar tradisional melalui pembukaan Lapak BSI,” ujar Anggoro, Senin (12/1).
Lapak BSI menghadirkan berbagai layanan syariah, mulai dari pembukaan rekening, layanan emas seperti cicilan emas, gadai emas, Bank Emas melalui BYOND, hingga pembiayaan KUR syariah, konsultasi perbankan, business matching, kolaborasi BSI Agen, serta berbagai transaksi lainnya.
Pada tahap awal, BSI telah membuka 28 titik Lapak BSI yang tersebar di Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Makassar. Menurut Anggoro, kehadiran Lapak BSI tidak hanya mendekatkan layanan perbankan, tetapi juga mendorong digitalisasi pasar dan memperkuat pemberdayaan UMKM.
“Lapak BSI menjadi media literasi dan inklusi keuangan syariah agar lebih masif, sekaligus mendukung UMKM. Ini bukti bahwa BSI hadir dekat dengan denyut nadi ekonomi masyarakat, dari pasar tradisional hingga pusat komunitas,” katanya.
Sejalan dengan agenda transformasi digital, BSI juga memperluas ekosistem transaksi non-tunai melalui BSI EDC dan BSI QRIS. Hingga November 2025, jumlah EDC BSI telah digunakan oleh lebih dari 21 ribu merchant, sementara pengguna BSI QRIS telah mencapai 551 ribu di seluruh Indonesia.
Anggoro menambahkan, Lapak BSI diharapkan menjadi pintu masuk utama (entry gate) untuk meningkatkan penetrasi layanan digital bagi pelaku usaha, khususnya di sektor pasar tradisional yang memiliki perputaran ekonomi tinggi.
“Transformasi digital menjadi fondasi utama untuk memperluas pangsa pasar BSI ke depan. Digitalisasi pasar tradisional kami rancang untuk menjangkau segmen masyarakat dengan aktivitas ekonomi yang sangat dinamis,” ujarnya.
Ke depan, BSI juga memperkuat kolaborasi dengan pengelola pasar, pemerintah daerah, dan komunitas UMKM guna membangun rantai ekosistem ekonomi halal yang lebih kuat. Melalui sinergi tersebut, BSI menegaskan komitmennya menghadirkan layanan perbankan syariah yang inklusif, modern, serta memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.
