Navaswara.com – Era digital membuka peluang bagi siapa saja untuk meraup pundi-pundi rupiah cukup dari rumah. Menyambut peluang tersebut, Shopee Indonesia menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menggelar Pelatihan Gen Matic 2026 di Bekasi Creative Center pada Selasa (26/5). Puluhan anak muda hingga ibu rumah tangga antusias membedah strategi jitu untuk membangun bisnis di ekosistem digital secara mandiri.
Direktur Konten Digital Kemenekraf RI Yuana Rochma Astuti menjelaskan program kolaborasi ini sejatinya sudah berjalan sejak 2025 dengan tujuan utama membekali masyarakat wawasan serta keterampilan digital. Yuana menegaskan produktivitas ekonomi digital wajib didampingi peningkatan kapasitas literasi agar potensi pendapatan bisa digarap maksimal. Langkah kolaborasi pemerintah dan platform digital dipandang sebagai kunci strategis untuk memperluas literasi sekaligus mencetak lebih banyak wirausaha muda di Tanah Air.
Tidak hanya berteori, peserta yang hadir langsung dibekali ilmu praktis yang siap dieksekusi. Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang menekankan pentingnya keterampilan digital sebagai kunci pembuka peluang ekonomi masa kini.
Dalam sesi tersebut, peserta diberi kebebasan memilih jalur yang paling sesuai dengan minat dan modal mereka. Opsinya sangat beragam mulai dari merintis toko online sebagai penjual e-commerce, membuka merchant layanan pesan antar makanan, menjadi pembuat konten afiliasi, hingga menjalankan bisnis ritel langsung dari ruang tamu lewat program kemitraan.
Bukti nyata keberhasilan strategi digital ini turut dibagikan oleh Pemilik Brand Fesyen Zenitha Ryansya Fikri. Sebagai pelaku UMKM, Fikri menyoroti potensi pasar e-commerce yang masih sangat luas untuk digarap. Ia membocorkan rahasia suksesnya yang berpusat pada pemanfaatan fitur promosi dan iklan platform untuk mendongkrak performa toko serta membangun loyalitas konsumen. Fikri mengingatkan satu syarat mutlak bagi yang ingin sukses, yaitu kemauan keras untuk terus belajar. Ia sendiri rutin mengikuti kelas pengembangan UMKM daring agar strategi bisnisnya selalu relevan dengan dinamika pasar.
Antusiasme langsung terasa dari para peserta seusai pelatihan. Rahma Amalia atau yang akrab disapa Lia mengaku semakin terpacu menyeriusi perannya sebagai kreator afiliasi pemula. Berbekal hobi memasak, ia bersemangat meracik konten kreatif yang tidak sekadar menarik tetapi juga mendatangkan penghasilan tambahan.
Senada dengan Lia, peserta lain bernama Annisa Fitriah melirik peluang bisnis ritel kemitraan yang ramah untuk dijalankan bersama keluarga. Proses pendaftaran daring yang praktis membuatnya tak sabar memulai langkah baru demi menambah pundi-pemasukan rumah tangga.
Semangat pemberdayaan ekonomi ini dipastikan tidak akan berhenti di Bekasi. Sepanjang tahun 2026, rangkaian pelatihan Emak-Emak Matic dan Gen Matic siap menyambangi berbagai kota lain di Indonesia. Sebelumnya, program serupa telah sukses membekali warga di kawasan pertumbuhan ekonomi baru Kota Nusantara pada bulan April lalu.
