Rayakan Hari Buku Nasional, Shopee-Kemenekraf Perangi Buku Bajakan Lewat Cara Ini

Navaswara.com – Minat baca masyarakat terhadap karya lokal terus menunjukkan tren positif di tengah gempuran konten digital. Namun, potensi besar ini terancam layu jika industri penerbitan nasional tidak segera didukung oleh ketegasan perlindungan hak cipta dan kemudahan akses bagi pembaca.

Momentum Hari Buku Nasional tahun ini ditandai dengan kolaborasi strategis antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Shopee Indonesia melalui Festival Penulis Lokal 2026. Mengulang kesuksesan tahun lalu, inisiatif ini tidak hanya bertujuan mendongkrak penjualan karya domestik, tetapi juga memperkuat benteng pertahanan melawan peredaran buku bajakan yang masih menghantui para penulis lokal.

Inisiatif tahun kedua ini difokuskan pada penguatan ekosistem literasi serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi para penulis dalam negeri.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat subsektor penerbitan. Menurutnya, festival ini tidak hanya sekadar ruang promosi, tetapi juga menjadi instrumen untuk menekan peredaran buku bajakan yang selama ini merugikan industri kreatif.

“Hal ini sejalan dengan komitmen Kemenekraf dalam memperkuat ekosistem penerbitan nasional dengan mendukung penulis, penerbit, dan komunitas literasi, sekaligus mendorong subsektor penerbitan sebagai bagian dari mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Riefky dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (6/5/2026).

Ketegasan Terhadap Buku Bajakan

Isu orisinalitas menjadi poin utama dalam penyelenggaraan tahun ini. Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, Satrya Pinandita, mengungkapkan bahwa pihaknya terus meningkatkan pengawasan terhadap produk buku yang beredar di platform mereka.

Satrya menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025, Shopee telah menghapus ratusan ribu produk buku yang terbukti melanggar hak cipta. Pengawasan dilakukan melalui kombinasi teknologi machine learning dan tim verifikasi manual.

“Kami juga langsung menghapus produk yang terbukti melanggar aturan dan memberikan sanksi yang lebih berat bagi pelanggar,” tegas Satrya.

Sebagai bagian dari sistem perlindungan, Shopee mengandalkan Brand IP Portal. Melalui kanal ini, pemilik hak cipta dapat mendaftarkan karya mereka dan melaporkan indikasi pembajakan. Perusahaan mengklaim bahwa pada tahun lalu, seluruh laporan yang terbukti melanggar telah ditindaklanjuti dengan penurunan produk dalam waktu maksimal tiga hari kerja.

Akses Literasi dan Promo

Festival yang dapat diakses melalui laman Shopee Pilih Lokal ini menampilkan ratusan buku terkurasi dari berbagai kategori, mulai dari pengembangan diri, novel fiksi, hingga buku edukasi anak. Beberapa karya populer yang masuk dalam kurasi antara lain buku karya Andreas Kurniawan dan Rintik Sedu.

Untuk mendorong minat baca masyarakat, penyelenggara menyediakan berbagai stimulus. Sepanjang periode 5–24 Mei 2026, masyarakat dapat mengakses berbagai koleksi buku pilihan melalui kanal Festival Penulis Lokal di laman Shopee Pilih Lokal. Ragam genre tersedia mulai dari kategori pengembangan diri seperti karya Andreas Kurniawan hingga fiksi populer milik Rintik Sedu.

Untuk memudahkan akses pembaca terhadap buku asli, tersedia dukungan berupa potongan harga hingga 50 persen serta voucer tambahan dan program harga khusus untuk sejumlah judul novel populer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *