Navaswara.com – Volume sampah elektronik di Indonesia terus membengkak hingga mencapai dua juta ton per tahun. Merespons kondisi ini, Blibli memperluas jangkauan pengumpulan limbah elektronik (e-waste) melalui program Gadget for Good di AEON Mall Sentul City hingga 3 Mei 2026.
Langkah tersebut diambil mengingat minimnya pengelolaan limbah elektronik secara formal di Indonesia. Data Global E-waste Monitor 2024 mencatat hanya sebagian kecil dari total sampah elektronik berhasil didaur ulang secara tepat, meski Pulau Jawa menyumbang volume limbah terbesar.
Head of ESG Blibli, Ignacia Chiara Irawan, menjelaskan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian operasional perusahaan setiap hari. Inisiatif ini bertujuan membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk membuang perangkat pascapakai secara bertanggung jawab.
“Keberlanjutan merupakan bagian dari cara kami beroperasi setiap hari, bukan program yang dinyalakan saat Earth Day lalu diredupkan setelahnya,” ujar Chiara. Ia menambahkan bahwa perusahaan terus menghadirkan peluang di setiap kanal transaksi untuk mendorong dampak positif bagi lingkungan.
Masyarakat bisa menyerahkan perangkat elektronik kecil yang sudah tidak berfungsi, seperti pengisi daya ponsel, mouse, hingga powerbank. Tren partisipasi publik pun tercatat naik sebesar 54 persen pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan akhir tahun sebelumnya.
Titik pengumpulan limbah ini tersedia sepanjang tahun di lima Blibli Store, yakni Central Park, Gandaria City, Bintaro Jaya Xchange Mall, Lippo Mall Puri, dan AEON Mall Sentul. Perusahaan juga mengintegrasikan program ini dengan inisiatif pengembalian kemasan bekas yang sudah berjalan sejak 2020.
Chiara meyakini ekosistem sirkular hanya dapat terbangun melalui konsistensi dan kolaborasi multipihak. Oleh karena itu, Blibli berkomitmen mengembangkan program ini secara bertahap, baik melalui penambahan titik layanan maupun kerja sama dengan berbagai mitra strategis.
Melalui kolaborasi ini, pelanggan yang menyetorkan minimal empat perangkat elektronik kecil mendapatkan apresiasi berupa voucer belanja. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku konsumen dalam mengelola limbah teknologi dari lingkup rumah tangga.
